Ribuan Jemaah Suluk Dari 3 Provinsi Ramaikan Haul Syekh Ibrahim 54
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Ribuan jamaah suluk dari Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Provinsi Riau ikut, ikut meramaikan Haul Syekh Ibrahim Al-Kholidi Naqsabandi ke-54 (1960 - 2014), yang dipusatkan di Surau Suluk Syekh Ibrahim Kampung Sebotih, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah. Sebelum kegiatan.
Beberapa waktu lalu, Pemkab Rohul juga telah menggelar Seminar Lentera Tasawuf Syekh Ibrahim di Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pangaraian Rabu (1/10/2014), yang mengupas tentang ketokohan Syekh Ibrahim sebagai salah seorang tokoh suluk asal Negeri Seribu Suluk.
Dimana di sejarah singkat Syekh Ibrahim, yang merupakan seorang cicitnya Nofrizal mengatakan, nama asli Syekh Ibrahim adalah Somah. Dirinya lahir di Kampung Sebotih yang kini disebut Kampung Baru, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah pada tahun 1840 silam. Dari istri pertamanya, Syekh Ibrahim memiliki 1 anak. Dan dari istri keduanya, Kidjam, dia punya 6 anak, salah seorang anaknya yakni Almarhumah Menjo gelar Hj. Siti Fatimah yang merupakan ibunda dari Bupati Rohul Drs. H. Achmad M.Si.
Kepulangannya dari Makkah Syekh Ibrahim menjumpai Tuan Syekh Ismail di Surau Gading, guna menghadap Tuan Guru Syekh Ibrahim Kumpulan Bonjol di Sumatera Barat. Lalu keduanya mendapat petuah, mengembangkan ajaran Tarekat Naqsabandi di Pasirpangarain dan sekitarnya.
Setelah Drs H Achmad MSi menjadi Bupati Rohul periode pertama pada tahun 2006 silam, maka dibangunlah Surau Induk di Dusun Ngarai, tepatnya di seberang Kampung Lama Sebotih. Surau Syekh Ibrahim yang diresmikan pada April 2010 silam, kini menjadi surau induk di Kabupaten Rohul. Bupati Rohul Achmad, cucu dari Syekh Ibrahim, dan mengajak seluruh jamaah suluk dan umat Islam di Rohul mengajak ikut melestarikan simbol-simbol Islam di Negeri Seribu Suluk.
“Saya berharap, jangan sampai simbol-simbol Islam menjadi simbol agama lain. Mari kita bangkitkan kembali ruh-ruh Keislaman di daerah kita ini,”ajak Bupati Achmad, dalam sambutannya.
Juga Bupati mengajar, agar seluruh organisasi termasuk aliran Islam di Kabupaten Rohul, bisa hidup berdampingan dalam mengembangkan ajaran Islam. Apalagi, saat ini Indonesia sedang mengalami krisis mental, krisis moral dan krisis iman.
“Bila krisis ekonomi masih bisa diobati, namun bila kita sudah mengalami krisis mental dan krisis iman kemana akan diobati. Karena sampai kini, belum ada rumah sakit yang bisa mengobati sakit hati,” jelas Bupati Achmad, sambil bergurau.
Sosok Syekh Ibrahim Al-Kholidi Naqsabandi jelas Bupati lagi, pantas dan patur diteladani. Karena ketokohannya dalam mengembangkan ajaran Tarekat Naqsabandiyah, telah diakui oleh jamaah tarekat dari berbagai daerah. Apalagi, kakeknya ikut dalam mengembangkan Islam melalui ajaran tarekat, sehingga patut jadi salah seorang tokoh suluk di Kabupaten Rohul.
“Untuk memperingatinya, Pemkab Rohul sejak tahun 2006 silam, baik hari lahir dan hari wafatnya diperingati. Walau begitu, saya mengharapakna agar nama besar kakeknya itu tidak dijadikan sebagai orang yang layak disembah oleh jamaah suluk, karena dia hanya sebagai tokoh suluk yang ikut mengembangkan agama Islam,”himbaunya.
Dari kegiatan haul Syekh Ibrahim Al-Kholidi Naqsabandi ke-54, juga dihadiri Wakil Bupati Rohul Ir. H. Hafith Syukri MM, Kapolres, Kakankemenag, Dandim 0313-KPR, Sekda, unsur Forkompinda Rohul, para pejabat di lingkungan Pemkab Rohul, serta ribuan jamaah suluk dari tiga provinsi di Sumatera. (Hendra)