Cegah PMK dan Ngorok, Sebanyak 9 ribu Dari 48 Ribu Ekor Ternak Di Kampar Sudah di Vaksinasi
KAMPAR - Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar terus melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak masyarakat.
Namun, dengan berbagai kendala termasuk kekurangan tenaga dalam pelaksanaan vaksinasi sehingga menyebabkan pelaksanaannya menjadi lambat.
"Di Kabupaten Kampar ada sebanyak 48 ribu ekor ternak, dan sedang berjalan vaksinasi sebanyak 9 ribu ekor ternak masyarkat, kami masih kekurangan tenaga dalam capaian vaksinasi ternak ini," kata Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar melalui Kepala bidang Pengawasan drh Deyus Herman, Selasa (11/10/2022).
Menurutnya, saat ini kabupaten Kampar tengah dilanda penyakit mulut dan kuku(PMK). Saat ini jumlah Sapi dan Kerbau yang sudah terdampak sebanyak 278 Ekor dan sebanyak 102 Mati akibat PMK dan Ngorok.
Ia juga menjelaskan, Penyakit Ngorok (tagere) atau nama lainnya penyakit Septicaemia Epizootica (SE) merupakan penyakit yang sering menyerang hewan/ternak ruminansia khususnya sapi dan kerbau yang sifatnya akut atau fatal.
"Untuk Kabupaten Kampar paling banyak terjadi di Kecamatan XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu, begitu juga dengan Kecamatan lain seperti Kuok dan Salo serta Kecamatan lainnya namun tingkat kematian masih rendah," bebernya.
"PMK Ini telah kita antisipasi sebelumnya termasuk dengan pendirian Posko Ternak di beberapa lokasi masuk Kampar, namun virus lain Ngorok lebih berbahaya dari PMK," pungkasnya.**(Edi)