Dinas Kesehatan Ambil Sampel Takjil Di Pasar Ramadhan  Kota Dumai

Dinas Kesehatan Ambil Sampel Takjil Di Pasar Ramadhan Kota Dumai

Portalriau.com - DUMAI - Guna mengantisipasi adanya makanan berbuka puasa atau takjil yang mengandung zat berbahaya, Dinas Kesehatan Kota Dumai telah mengambil sampel takjil dari delapan titik pasar Ramadan yang tersebar di tujuh Kecamatan se-Kota Dumai. Sampel tersebut akan diuji di laboratorium Dinas Kesehatan Kota Dumai.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Faisal Kamis (25/6/2015). "Jika tidak ada kendala hasil uji sampel takjil keluar Senin (29/6/2015) mendatang. Jika ditemukan pedagang akan diberi teguran karena penggunaan zat berbahaya seperti formalin, boraks, pemanis buatan dan zat pewarna tidak diperbolehkan dan berbahaya bagi kesehatan serta dapat merusak organ tubuh, bahkan bisa menyebabkan kanker jika dikonsumsi dalam waktu lama," tegasnya.
 
Diakui Faisal, selama Ramadhan telah terjadi peningkatan penjualan makanan dan minuman untuk takjil. Oleh sebab itu Dinas Kesehatan Kota Dumai akan memantau penjualan takjil dipasar Ramadhan untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual tidak mengandung zat berbahaya.
 
Faisal mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Dumai agar cermat dan teliti membeli menu makanan untuk berbuka puasa dipasar Ramadhan atau tempat-tempat lain yang menjual makanan berbuka puasa. Pastikan makanan dan minuman yang dibeli aman bagi kesehatan dengan cara menghindari makanan yang mengandung boraks, formalin, pemanis buatan dan zat pewarna.
 
"Masyarakat harus selektif dalam memilih menu berbuka puasa yang dijual bebas disejumlah pasar-pasar ramadhan di Kota Dumai. Selain itu, warga juga diminta tidak mudah tergiur dengan makanan yang dijual dengan harga murah, atau tergiur dengan corak warna yang mencolok, karna dikhawatirkan makanan tersebut menggunakan zat pewarna yang berbahaya," pesannya.
 
Selain itu masyarakat harus jeli dalam melihat kondisi fisik makanan yang dijajakan di pasar ramadhan, seperti memperhatikan kebersihan lingkungan tempat penjualan, jangan sampai karena salah membeli, akan berakibat buruk bagi kesehatan. Masyarakat juga harus curiga terhadap makanan yang tidak dihinggapi lalat karena bisa jadi makanan tersebut mengandung formalin. 
  
"Kami juga mengimbau kepada para pedagang yang menyajikan makanan dan minuman berbuka puasa atau takjil untuk tidak mencampur makanan tersebut dengan zat-zat berbahaya seperti boraks, formalin, pemanis buatan dan zat pewarna, karena berbahaya bagi kesehatan," tutupnya. (Mpr/Ryan.s) 

Berita Terkait

PHR Temukan Harta Karun Baru, Sumur TOPI-002 Hasilkan 795 Barel Minyak Per Hari

DURI, Portalriau.com--28 April 2026 – Di tengah tantangan penurunan produksi alami di lapangan minyak Blok Rokan, SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) justru…...

Di bocorkan warga Ini nama nama BD Narkoba di Bilah Hulu.Kapolres diminta bertindak

Labuhanbatu. Peredaran narkoba jenis Sabu sabu belum juga musnah dari bumi Labuhanbatu, entah apa yang menyebabkan hal tersebut, apakah lambannya penanganan penegak hukum, ketidak pedulian…...

PHR Santuni 50 Dhuafa dan Tuntaskan Solusi Banjir serta Jalan Rusak di South Bekasap

BENGKALIS, Portalriau.com---24 April 2026 – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyalurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran…...

Tokoh Masyarakat Apresiasi Kinerja Kapolres Rohil, Cepat Tanggap Tangani Persoalan di Panipahan

Rokan Hilir –Portalriau.com--- Tokoh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, H. Fuad dan H. Samsul, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Rokan Hilir atas kinerja cepat dan tanggap dalam…...

KAPOLRES ROHIL BERSAMA UPIKA PANIPAHAN GELAR PENANAMAN POHON DALAM RANGKA HARI BUMI SEDUNIA

Rokan Hilir – Portalriau.com--Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H. bersama unsur UPIKA Panipahan melaksanakan kegiatan penanaman…...