Drs. H Atmonadi M.Si : Pulau Mendol Perlu Di Selamatkan Dan Perlu Ada Kajian Khusus AMDAL
Pangkalan Kerinci (Portalriau.com)- Kecamatan Kuala Kampar yang terletak di pesisir Kabupaten Pelalawan mempunyai potensi penyumbang produksi lumbung padi dan juga sudah di canangkan menjadi kawasan lumbung padi merupakan bagian dari roadmap Indonesia lumbung pangan dunia 2045.
Adanya dampak dari pengikisan di sepanjang bibir pantai Pulau Mendol, banyak kekhawatir-kekhawatiran masyarakat sekitarnya akibat dari abrasi.
Camat Kuala Kampar TENGKU SYAFRIL , S.IP M.AP saat di konfirmasi awak media menyampaikan bahwa panjang bibir pantai di pulau mendol kurang lebih 80 Km, setiap tahunnya di bibir pantai pulau Mendol terkena abrasi pengurangan 2 meter lebih di setiap tahunnya.
Asisten II Pembangunan Perekonomian Drs H Atmonadi M.Si saat dijumpai di ruang kerja ( Senin, 01/03/2021) menjelaskan bahwa Pulau Mendol merupakan salah satu produksi lumbung padi khususnya Kabupaten Pelalawan dan umumnya Provinsi Riau.
Dengan terjadinya Abrasi atau pengikisan bibir pantai sepanjang Pulau Mendol, Drs. H Atmonadi M.Si menambahkan " perlu adanya data dan dampak yang terjadi di kemudian hari. Dan ini perlu ada keseriusan dari Dinas terkait, karena Pulau Mendol merupakan central produksi lumbung padi".
Menurutnya, Bagaimana menyelamatkan Pulau Mendol dari pada dampak abrasi, apakah di buat tanggul, menanam pohon mangrove atau lainnya sebagainya supaya tetap terjaga pulau Mendol dari pada abrasi. Terangnya.
Harapan kita terus mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan perlu adanya kajian khusus lingkungan (AMDAL) terhadap kurangnya tanah sepanjang bibir pantai Pulau Mendol. Imbuhnya. (Erizal)