KOI Tegaskan ISG Sesuai Rencana Awal
PORTALRIAU.COM- Saat Musornas KONI di Jawa Barat, 19-22 Februari lalu, Menpora, Roy Suryo sempat mengungkapkan jadwal Islamic Solidarity Games (ISG) III bisa saja mundur.
Namun, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo menegaskan iven olaharaga bertaraf internasional itu tetap digelar di Pekanbaru, Riau pada 6-17 Juni mendatang.
Bahkan Rita Subowo membantah isu pemindahan tempat penyelenggaraan ISG yang bakal di ikuti 57 negara tersebut. “Sementara belum ada perubahan, masih sesuai rencana awal,” tegas Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo saat dihubungi Riau Pos, Selasa (26/2).
Hal senada juga disampaikan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) Djoko Pekik Irianto. Menurut dia, hingga kini belum ada pembicaraan mengenai penundaan dan pemindahan pelaksanaan ISG dari negeri bumi Lancang Kuning.
“Sampai sekarang belum ada pembahasan,” jawab Djoko ditanya soal adanya isu tersebut.
Wakil Ketua I Panitia Daerah ISG, Syamsurizal membenarkan ungkapan Menpora Roy Suryo. “Memang saat di Bandung saat Musornas KONI ada pidato Menpora yang mengatakan ISG tetap di Pekanbaru, tapi kemungkinan pelaksanaannya agak mundur,” ujarnya.
“Tapi, kami tetap berusaha semaksimal mungkin jadwal sesuai rencana awal,” tambahnya.
Ketua Panitia ISG III (Inaisgoc) yang juga Sekjen KOI, Anthony Sunarjo menambahkan, tidak mudah untuk melakukan penundaan, apalagi pemindahan tempat yang tentunya harus melalui Keputusan Presiden (Keppres). Ditambah lagi mesti mendapat persetujuan dari Islamic Solidarity Sport Federation (ISSF). “Jadi masih belum bergeser dari rencana awal. Sampai hari ini, ISG tetap di Riau,” ujar Anthony.
Namun sebut dia, pihaknya tetap mempersiapkan beberapa alternatif untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi nantinya, terkait persiapan dan kesiapan Indonesia selaku tuan rumah ISG. “Pasti itu, kami harus punya alternatif,” ungkap Anthony tanpa mau menyebutkan alternatif yang dipersiapkan tersebut.
Dikatakan Anthony, mengenai kondisi dan perkembangan serta persoalan yang terjadi belakangan ini terkait dengan persiapan dan kesiapan Indonesia khususnya Riau menjadi tuan rumah ISG, tentunya menjadi masukan bagi pemerintah dan panitia pusat sebagai bahan evaluasi.
Sehingga diharapkan helatan ISG di Indoensia berjalan lancar, aman sesuai dengan rencana semula yang sudah disepakati ISSF dan juga negara yang ikut berpartisipasi di ISG.
“Untuk itu kami harus memastikan segala sesuatunya harus siap dan tersedia, terutama masalah venue, baik tempat pembukaan dan penutupan ISG maupun pertandingan harus siap pakai,” terang Anthony.(***)