Kembalikan Kejayaan Rohil, Anggota DPD RI Tinjau Galangan Kapal
BAGANSIAPIAPI - Untuk menghidupkan Kejayaan Kabupaten Rokan Hilir di sektor Industri Galangan kapal,Anggota DPD RI,Rosti Uli Purba meninjau Galangan Kapal yang ada di Rohil,diantaranya galangan kapal diBagansiapiapi ,Palika,Sinaboi dan Pulau halang.dimana dalam peninjauan itu pengusaha galangan kapal meminta kepada anggota DPD RI untuk mencari solusinya terhadap ketersedian Bahan baku.
Anggota DPD RI,Rostu uli Purba melakukan peninjauan industri galangan kapal itu pada selasa (10/3) sore yang didampingi oleh anggota DPRD Propinsi Riau,Siswaja Muljadi alias Aseng,anggota DPRD Rohil,Ucok Muchtar,Ketua Koperasi serba usaha Rokan sejahtera abadi,Gui samtong alias Anton Guitama,pengusaha Galangan Kapal,Atong.
Kepada Metro Riau,Anggota DPD RI,Rosti uli Purba mengatakan,kunjungan kerja ke Rokan hilir dalam rangka menampung aspirasi masyrakat yang saat ini dihadapi oleh pemerintah daerah.salah satunya adalah keterbatasan untuk mendapatkan Bahan baku untuk Industri galangan kapal.karena Galangan kapal ini salah satu potensi masyrakat Rohil dan memiliki sejarah yang sangat luar biasa.
kita akan mengupayakan Industri ini tetap hidup,sehingga perekonomian masyrakat Rohil tetap bertahan di sektor Industri galangan kapal."saya akan bawa masalah yang dihadapi pengusaha galangan kapal ini kepusat,karena peraturan yang ada tetap harus mendukung rakyat.
dikatakan,selain membawa masalah ini kepusat,kita juga akan coba melakukan koordinasi kepada Pihak PT.Diamon Raya Timber untuk memberikan Kontribusi ke daerah dengan cara menjual 5 persen hasil bahan bakunya kepada daerah,dan itu ada peraturan nya.
untuk Sementara ini kita hanya melakukan peninjauan untuk mengecek serta mempelajarinya terlebih dahulu dan selanjutnya akan kita bawa ke pusat yakni ke kementrian Kehutanan dan lingkungan Hidup,"kata Rosti.
Ditempat yang sama,Anggota DPRD Propinsi Riau,Siswaja Muljadi alias Aseng mengatakan,saat ini banyak masalah yang dihadapi oleh pengusaha galangan kapal,yakni keterbatasan mendapatkan bahan baku kayu.karena saat ini gencar dengan maraknya ilegal Logging yang membuat Industri Galangan kapal hampir gulung tikar.
untuk itu kita akan mencari solusinya dan berkordinasi dengan pihak PT.Diamond supaya menjual hasil bahan bakunya ke daerah sebesar 5 Persen utuk kebutuhan galangan kapal maupun kebutuhan masyrakat dalam membangun Rumah.dijelaskan,dirinya telah mengunjungi Sijunjung sumatra barat,disana Potensi kayu sangat banyak,jika pengusaha galangan kapal yang ada ingin membeli bahan baku disana,saya siap menjembataninya.
Namun halitu tidaklah yang kita inginkan,karena biaya nya sangatlah besar.sementara hasil kayu yang ada didaerah rohil juga sangat besar yang dimilikioleh PT.Diamond,masa kita tidak bisa memperoleh hasil kekayaan hutan kita sendiri.makanya kita akan melakukan koordinasi dengan pihak PT.Diamond,kalau masalah harga jualnya nanti bisa kita bicarakan,"ujar Aseng.
Politisi partai Gerindara ini juga mengatakan,Industri galangan kapal adalah sejarah kedatangan masyrakat Tionghoa ke kota bagansiapiapi.semua masyrakat Rohil yang ada diperantauan juga menginginkan industri galangan kapal didaerahnya tetap hidup.karena pada umumnya masyrakat tionghoa bergantungan hidup di nelayan dan industri galangan kapal,dan ini telah menjadi darah daging masyrakat tionghoa.
saat ini industri galangan kapal dihadapi dengan dilema bahan baku.sehingga ratusan masyrakat Rohil terpaksa banyak yang menganggur dan sulit mendapatkan pekerjaan."kalau industri galangan kapal ini bisa hidup,maka diyakini perekonomian masyrakat rohil akan meningkat.sebagaimana yang kita ketahui dulunya Rohil memiliki 115 Galangan kapal,saat ini yang masih bertahan hanya 20 Galangan kapal.
"kita akan melakukan Inventarisir kembali HPH dan HPI yang ada di Propinsi Riau,apakah masih mempunyai Potensi kayu alam atau tidak,kalau masih punya kayu alam alangkah baiknya dialokasikan untuk industri galangan kapal yang ada."kalau tidak ada,maka mau tidak mau kita harus melakukan penanaman kayu untuk menghidupkan Industri galangan kapal,"pungkasnya.
Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh anggota DPRD Rohil,Ucok Muchtar,pihak DPRD akan memperjuangkan industri galangan kapal tetap hidup dengan meminta kepada PT Diamond untuk menjual hasil kayunya kepada pengusaha industri.kita berharap kontribusi PT. diamon kepada daerah sebesar 5 persen bisa terealisasi.sehingga galangan kapal tetap hidup.
sebagaimana yang kita ketahui satu industri galangan kapal dalam satu tahun mampu menghasilkan 6 unit kapal dengan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 60 orang untuk satu unit kapal."kalau ini ditutup bagaimana nasib masyrakat yang bergantungan hidup sebagai pekerja galangan kapal.untuk itu kita akan perjuangkan industri galangan kapal ini,"janji Ucok Muchtar.
Sementara itu,pengusaha galangan kapal,Atong mengharapkan bahan baku itu mudah untuk didapatkan,sehingga permintaan pembuatan kapal bisa terpenuhi.saat ini permintaan pembuatan kapal sangat banyak,namun terbentur sulitnya mendapatkan bahan baku.pembuatan kapal saat ini sudah jauh tertinggal sejak 2013 lalu.biasanya dalamsatu tahun itu kita bisa menghasilkan 7 Unit kapal,namun saat ini hanya mampu membuat 3 unit kapal,"ujarnya dengan singkat. ( Mpr /Af )