Sudah Berlubang Tidak Ada Perhatian Tiga Jembatan di Rambah Tengah Barat Terancam Runtuh
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Tiga jembatan penghubung ke dua desa dari Rambah Tengah Barat ke Desa Sialang Jaya Kecamatan Rambah, terancam runtuh.Karena, bagian atas jembatan sudah berlubang, hanya saja hingga kini belum ada inisiatif diperbaiki pihak desa maupun dari dinas terkait.
Dari penelusuran yang dilakukan, posisi ketiga jembatan itu, pertama di kawasan di RT 11 menuju ke RT 06 Sungai Keruh, bagian samping jembatan sudah hanyut diseret arus akibat meluapnya air sungai Keruh. Masyarakat sudah banyak pertanyakan ke aparat penerintahan desa, namun tidak ada respon.
“Sehingga, boxculver yang semula didanai dana PNPM tahun 2008 sekitar 7 meter, sudah ambruk, akibatnya bagian dasar jembatan dasar jembatan abrasi dibawa air, Kini jembatan yang berlubang, atasnya diberi empat lembar papan secara swadaya, agar bisa melintas sepeda motor,”terang Sumadi, warga RT 01 RW 05, Rabu (10/12/2014).
Sumadi juga menegaskan, dua jembatan lainnya yang terancam roboh, menghubungkan dusun Ampera ke Kampung Cempedak, yang kondisi tepi kiri kanan jembatan nyaris roboh. Apalagi, jembatan itu menghubungkan untuk ke kantor Kepala Desa Rambah Tangah Barat.
“Satu lagi jembatan, di raya menuju ke Desa Rambah Tengah Barat dan Sialang Jaya, persisnya di kawasan Kaiti 2 berbatasan dengan Kaiti 1. Kondisi lubang sudah lebar, bahkan cukup dalam sehingga membahayakan masyarakat pengguna kendaraan,”ucap Sumadi.
Bahkan, jembatan tersebut, berada persis ditikungan tajam dan menurun, sehingga cukup membahayakan masyarakat dan pengguna jalan. Terutama pada malam hari, yang bisa memakan korban. Selain itu, di kawasan jalan rusak tidak dipasang rambu-rambu, dan itu bisa mengancam nyawa setiap pengendara yang melintas.
Sumadi, dan sejumlah warga Rambah Tengah Barat, berharap pemerintah desa maupun Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Rohul, bisa cepat tanggap untuk lakukan perbaikan. Sedangkan hingga kini, pemerintah desa setempat tidak pernah tanggap dengan kondisi yang ada.
Selain itu, banyak keluar masuknya kendaraan angkutan berat, yang mengangkut bahan untuk pembangunan bendungan Sei Pegadis, sehingga jembatan terutama di jembatan menuju ke Desa Rambah Tengah Barat dan Sialang Jaya, persisnya di kawasan Kaiti 2 berbatasan dengan Kaiti 1 sewaktu-waktu memakan korban jiwa.
“Karena, bila tidak segera diperbaiki, maka tiga jembatan tersebut bakal runtuh dan tidak bisa lagi digunakan masyarakat lagi. Jangan ada sempat memakan korban jiwa, yang akan merugikan kita,”tegas Sumadi, yang juga mantan Wakil Ketua BPD Rambah Tengah Barat. (MPR)