Sekolah Satu Atap Teluk Lanus Taja Lomba Tarik Upih

Sekolah Satu Atap Teluk Lanus Taja Lomba Tarik Upih

PORTAL RIAU, SIAK - Satu, dua, tiga, upih ditarik oleh masing-masing peserta untuk berlomba masuk ke garis finish terlebih dahulu. Namun tidak dengan tim Sahri, upihnya tidak bergerak, malah penariknya yang jatuh. Hal itu, kontan saja membuat murid-murid dan masyarakat yang menyaksikan tertawa dan bersorak.

Itulah kehebohan lomba tarik upih yang dibuat oleh Sekolah Satu Atap di Teluk Lanus, usai menggelar Upacara Peringatan Hardiknas 2017 di halaman sekolah, Jum’at (5/5/17) pagi.

Sebelum berlomba pelepah itu ditempatkan secara berjajar. Kemudian satu orang duduk diatasnya sementara kawan satu timnya siap menyeretnya. Begitu aba-aba dimulai, guru-guru dan penghulu ini kemudian berlari sambil menyeret pelepah pinang hingga ke garis finish. Mereka berteriak gembira sambil mengangkat pelepah tersebut sebagai tanda kemenangan.

Menurut Sahri, Kepala SMP Negeri 1 Teluk Lanus, tradisi tarik upih ini sudah berlangsung turun-temurun. Selain itu, kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk melestarikan permainan rakyat melayu yang mengandung unsur sportifitas, kejujuran, dan rasa tanggung jawab.

Diceritakan Sahri, permainan adu cepat dengan menggunakan pelepah pinang ini merupakan tradisi dari orang-orang dahulu. Mereka biasanya merupakan warga desa yang berada di pinggir hutan, karena dengan mudah mereka akan mendapatkan pelepah pohon pinang tersebut.

Permainan tarik upih ini selain untuk menghibur, juga untuk menumbuhkan kecintaan kepada permainan rakyat yang mulai ditinggalkan. Murid-murid berperan sebagai suporter untuk gurunya masing-masing dan masyarakat sebagai suporter untuk penghulunya. Dipilihnya lomba ini karena tidak menggunaka biaya, aman dan waktu yang tidak terlalu lama.

Dijelaskan Sahri, pesan yang bisa diambil dari permainan tradisional ini adalah mengajarkan pentingnya sebuah proses dan menyisipkan nilai-nilai kebaikan, melatih anak dalam bersosialisasi, ketangkasan dan motorik anak. Jadi, meskipun zaman telah berubah, akan lebih baik jika anak-anak sekarang diperkenalkan kembali dengan permainan tradisional karena pada intinya baik permainan modern maupun permainan tradisional sama-sama menyenangkan dan memiliki manfaat. (DPR/humas)

Berita Terkait

Peduli Sosial, Wakil Bupati Labuhanbatu Buka Khitanan Ceria Sambut 1448 H

Labuhanbatu, portalriau.com- Wujud kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Dalam rangka menyambut fajar 1448 Hijriah, Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, secara resmi…...

Senyum Syukur Warga Pematang Pudu dan Buluh Manis Sambut Paket Sembako Murah

DURI, --Portalriau.com--30 Juni 2026 – Pagi itu, Kamis (25/6/2026), suasana di Pudu Field, Duri, Kabupaten Bengkalis terasa berbeda. Sejak matahari belum tinggi, ratusan warga dari…...

Wakil Bupati Labuhanbatu Resmikan KCP Bank Sumut Sei Berombang ,Perkuat Akses Layanan Keuangan Masya

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri, ST., meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) PT Bank Sumut Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kamis (25/06). Peresmian ini…...

Lantik 52 Pejabat Baru, Bupati Labuhanbatu: Disiplin tanpa diawasi, bertanggung jawab tanpa diminta

Labuhanbatu,Portalriau.com- Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita Sp.OG. M.KM secara resmi melantik 52 pejabat baru yang terdiri dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), Pejabat Administrator,…...

Syarat Makna Dan Budaya, Wabup Labuhanbatu Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Panai Hilir

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, menghadiri prosesi adat ritual tradisi Sedekah Bumi yang digelar khidmat oleh masyarakat Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, pada…...