Bupati Rohul Belum Tetapkan Status Bencana
PASIR PANGARAIAN- Walaupun sudah sejumlah desa di 8 Kecamatan di Rohul sudah terendam banjir, bahkan lebih dua ribu Kepala Keluarga (KK) sudah jadi korban, namun Bupati Rohul, Drs H.Achmad M.Si, belum menetapkan status bencana banjir di Rohul.
Belum ditetapkannya Rohul status bencana, disampaikan Bupati Achmad, Senin (17/11/2014), usia memimpin apel pagi gabungan, di halaman Kantor Camat Rambah. Kata Bupati, banjir hanya terjadi sejam sampai dua jam saja, kemudian hanya air lewat, karena setiap musim penghujan daerah ini terus mengalami kebanjiran.
“Bila korban banjir sudah semuanya, bahkan masyarakat yang tidak terkena banjir ada mendapat bantuan, semuanya dapat ditangani dengan sebaik mungkin,”tegas Bupati Achmad .
Saat ditanya terkait jembatan roboh dan rusak parak baik di Kecamatan Tandun dan Rokan IV Koto, Bupati Rohul mengatakan, bahwa pihak Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Rohul sudah turun untuk merehabilitasinya.
Selain itu, Pemkab Rohul telah membuat posko penanggulangan bencana banjir di Taman Batang Lubuh Water Front City (WFC) Pasir Pangaraian, masyarakat sudah terbiasa dengan air seperti itu tiap tahunnya.
“Masyarakat Rohul, sudah terbiasa dengan banjir, Terutama, di dearah yang setiap tahunnya rawan terkena bencana alam, bahkan hampir setiap setahun sekali banjir melanda daerah itu. Sehingga, kita belum tetapkan status bencana di Rohul ini,”katanya pula.
Banjir Sudah Surut.
Setelah banjir sempat menerpa sejumlah desa yang ada di 8 kecamatan di Rohul, hingga Senin (17/11/2014) sore, banjir sudah mulai surut. Seperti di kawasan Desa Babussalam, kini banjir secara menyeluruh sudah surut.
Bukan hanya di Desa Babussalam saja, di kawasan Tandun, Kunto Darussalam, Kepenuhan dan lainnya, juga sudah surut. Sejumlah warga di Desa Babussalam yang sebelumnya rumah mereka terendam banjir, kini sudah mulai membersihkan rumah mereka.
“Memang pagi hari, air sempat naik kembali, setelah Minggu malam sudah surut. Saat ini kita sudah bersihkan rumah, dari sisa Lumpur dan sampah yang hanyut saat terbawa banjir,”ucap Suherman, seorang warga Dusun Nogori. MPR/(Alfian)