Harga TBS Kelapa Sawit Terus Merosot Sapma PP Rohul Curigai Ada Permainan
PASIR PANGARAIAN- Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Rokan Hulu (Rohul) Deni Afrial mencurigai adanya permainan yang menjadi penyebab
harga TBS anjlok pasca lebaran.
Katanya, penurunan harga TBS menyebabkan petani sawit di Riau, termasuk petani di Rohul sangat terpukul. "Petani sangat terpukul dan kita sangat miris mendengarnya. Untuk itu, kita mendorong pemerintah melakukan langkah-langkah strategis mencari solusinya, sehingga harga TBS kembali stabil," kata Deni, Jumat (4/6).
Jelasnya, petani sering bertanya berapa harga sawit sebenarnya dan mengapa bisa sampai di bawah seribuan. Diminta hal ini ditindak lanjuti stake holder untuk kemudian distabilkan kembali.
Mahasiswa Universitas Islam Riau (UNRI) ini mencurigai ada permainan harga dilakukan pabrik kelapa sawit (PKS) di Rohul. Ia bahkan sempat mendengar selentingan informasi, bahwa harga TBS sengaja turun, karena pengusaha meski membayar upeti kepada sejumlah oknum pejabat. "Saya pikir informasi ini perlu dibuktikan dan kalau saja ini benar SAPMA PP Rohul siap menggelar aksi turun ke jalan," pungkas Deni yang saat ini juga menjabat Sekjen Ikatan Mahasiswa Ujungbatu-Pekanbaru (IMUB-Pekanbaru).
Semoga persoalan harga sawit bisa kembali terkendali sesuai harga pasar, karena itu benar-benar menyangkut kepentingan masyarakat , Sambung Wakil ketua SAPMA PP Rohul Doli Manatap Tua, menghimbau pihak perusahaan sesegera mungkin untuk menstabilkan harga TBS. "Jangan hanya ingin berladang di punggung kami," pungkas Doli yang sedikit emosi. (dpr/mg12)