Petani di Rohul Kecewa, Hasil Laboratorium Kacang Kedelai Belum di Umumkan, Polisi Diminta Jangan Di
ROKAN HULU- Petani merasa kecewa berat, karena sampai kini hasil penelitian laboratorium tentang hasil bibit kacang Kedelai di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), hingga saat ini belum di sampaikan ke petani.
Padahal dari instansi terkait telah menyampaikan hasil penelitian di laboratorium akan diumumkan pada Hari Kamis, 21 April 2016 lalu. Tapi dalam kenyataannya sampai berita ini di turunkan, hasil lab tersebut belum diterima atau didengar para petani khususnya petani yang ikut melaksanakan kegiatan penanaman kedelai.
“Kita sama-sama berdoalah pak agar informasi hasil penelitian di laboratorium yang ada di provinsi Riau mengenai kegiatan penanaman Kedelai ini cepat di umumkan,” ungkap Ratinas petani Desa Menaming Kecamatan, Menaming (24/4).
Katanya, apabila hasil Lab itu tidak juga diumumkan, dikhawatirkan dapat merusak kepercayaan petani kepada pemerinta, sebeb saat ini para petani sudah bingung dan merugi akibat bantuan kacang kedelai yang diberikan, ketika ditanam tidak semua tumbuh, bahkan sebagian lainnya membusuk di tanah.
”Karena kalau semangkin lama tidak di sampaikan ke petani, itu sama saja membuat kita menjadi semakin bingung harus berbuat apa, padahal kan kami bisa menyambung hidup untuk memenuhi keluarga kami ya cuma dari hasil pertanian ini pak,” terangnya
“Kalau kita hitung-hitung pak, petani yang sudah melaksanakan penanaman kedelai sikit banyaknya pasti mengalami kerugian kurang lebih sebanyak 1 juta atau bisa lebih pak,” terangnya.
Dari penelusuran dilapangan, kejadian ini tidak hanya menimpa petani di Desa Menaming saja, tetapi ada beberapa desa yang ikut dalam kegiatan penanaman kedelai ini yang mengalami hal yang sama.
Seperti Desa Rambah Samo Kecamatan Rambah Samo luas lahan 15 Hektar yang tumbuh hanya 10 persen, Desa Karya Mulya, Desa Masda Makmur, Desa Rambah Utama, Desa Langkitin, Desa Sei Rombow Indah, Desa Bangun Purba Timur Jaya dan lain sebagainya bernasib sama.
Atas kejadian ini, para petani mengalami kerugian yang cukup besar. Baik itu dari Penyemprotan lahan, pengolahan lahan, penanaman dan lain sebagainya. Diperkirakan perorang mengalami kerugian 1 juta atau bisa lebih tergantung luas lahan yang dimiliki para petani.
Sementara itu, Aktifis Penyelamatan Aset Negara, Usman, meminta kepada jajaran Polres Rohul, supaya jangan diam dan mesti bertindak. "Khusus di Desa Menaming. Sebab selain sudah ada pembongkaran lahan pertanian sawah, juga Kacang Kedelai juga tidak tumbuh, ini jelas-jelas merugikan masyarakat," tanggap Usman. (dpr/raj)