Tingkatkan Ekora, Disbun Bagikan 62 Ribu Bibit Sawit
Portalriau.com - BAGANSIAPIAPI - Walaupun Kabupaten Rokan Hilir saat ini sudah sangat maju, namun angka kemiskinan di daerah ini masih tetap ada. Terutama di daerah Pesisir dan perkampungan atau desa.untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan meningkatkan ekonomi Rakyat (Ekora),Pemkab Rohil melalui Dinas Perkebunan (Disbun) menyerahkan bantuan bibir sawit sebanyak 62 ribu batang kepada masyarakat miskin.
Demikian Dijelaskan Kadisbun Rohil Syahril S.Sos Akhir Pekan lalu di Bagansiapiapi. Dikatakan,sawit adalah salah satu tanaman yang paling disenangi masyarakat. walaupun pola tanamnya sulit,namun perawatanya tergolong sangat mudah. kemudian hasil yang didapat cukup lumayan, apa lagi jika di tanam di lahan seluas 2 hektar dan semuanya berhasil.
"Sebenarnya ini program tahun 2014 lalu, namun kita serahkan pada tahun 2015.adapun Jumlah bibit yang kita bagikan kemasyarakat miskin di 18 Kecamatan di Rokan Hilir sebanyak 62 ribu bibit dan kesemuanya sudah di serahkan,"ujarnya.
sasaran bantuan ini adalah untuk masyarakat miskin, namun ada syaratnya, yakni masyarakat miskin itu harus punya lahan minimal 1 hektar dilengkapi surat keterangan kepemilikan tanah minimal dari penghulu setempat.
"Tiap kk kita bagikan sebanyak 232 bibit sawit untuk 2 hektar lahan. Namun, jika ada kk yang memiliki hanya 1 hektar lahan saja kita bagikan setengahnya, atau sekitar 116 batang bibit," jelas Syahril.
Sementara itu, saat disingung mengenai program K2i yang telah dilaksanakan oleh pemerintah diantaranya di kepenghuluan Rantau Bais Kecamatan Tanah putih dan Bangko pusako Kecamatan Bangko pusako, diakuinya, untuk Rantau Bais sudah dibagikan kemasyarakat. Sementara untuk di Bangko pusako masih berusia sekitar satu tahun setengah dan belum bisa dibagikan.
Untuk tahun 2015, kita tidak ada membuat program kebun rakyat atau K2i, melainkan fokus kepada membantu masyarakat miskin berupa memberikan bantuan. "Program ini dinilai sangat tepat karena selain membuat masyarakat miskin memiliki pekerjaan, juga bisa menikmati
hasil dari kerja mereka setelah lima tahun tanam. Kita tau, masyarakat miskin tentu tidak punya modal makanya kita buat program ini,"ungkapnya.( Mpr/ Af )