DPW Partai PKS Provinsi Riau, Adakan Rakorwil Workshop Pemenangan Pilkada 2020
portalriau.com - PEKANBARU, DPW Partai PKS Provinsi Riau adakan acara rapat Koordinasi Wilayah dan Workshop Pemenangan Pilkada 2020 yang diselenggarakan di Hotel Panggeran di jalan Sudirman pekanbaru sabtu siang02/11/2019.
Acara tersebut dihadiri , Presiden PKS H.Moh Sohibul Iman, Ph.D, Ketua DPP Wilayah Dakwah Tifatul Sembiring, Ketua Umum DPW Partai PKS Provinsi Riau H. Hendry Munief, MBA, Sekretaris Umum DPW Partai PKS H.Junaidi Abdul Rahman, ST.
Turut juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Dapil 2 Riau Ustd. H. Syahrul Aidi Maazat, LC., M.A, Para Balon Bupati, Para Kader PKS dan tamu undangan Lainnya.
Disela sela acara, Presiden PKS H.Moh Sohibul Iman, Ph.D saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa kita berada di Multi yang sangat baik, menyambut 2020, kami sudah punya Optimisme yang nanti kita sudah mempunyai kinerja yang baik untuk kemenangan di Tahun 2020.
" mulai sekarang DPW PKS seluruh indonesia khususnya Provinsi Riau, kita mulai proses penjaringan untuk menemukan calon kepala daerah yang akan diusung boleh PKS, yang Insyah Allah berpotensi menang untuk kemenangan 2020," Ujarnya.
Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan bahwa proses ini akan terus dilaksanakan hari ini, dan kami di DPP berharap dibulan desember calon yang diusung DPW PKS di daerah itu sudah masuk ke DPP.
Dijelaskannya, bahwa DPP dan DPW memberikan kebebasan dalam memilih berkoalisi demi kebaikan masyarakat ditempat, dan kami tidak membatasi dari koalisi dari partai manapun dan nanti setelah pilkada mendapat kemenangan dan memberikan mashalahat kepada publik.
" Untuk pilkada ini memang kalau aspirasi secara umum dari kalangan koalisi karena antara kepala daerah sama sama jabatan politik dari DPRD sama -sama jabatan politik, kami mengiginkan bahwa para anggota DPRD itu tidak harus mundur, berbeda dengan yang luar dari jabatan politik misalnya Qori karena Qori bukan politik, kalau Ia berlaga pilkada ya mereka harus mundur karena mereka pindah Domain, sama seperti ASN, BUMN dan yang lainnya," Ungkapny.
Ditambahkannya, dan ini penting karena pengalaman yang lalu harus mundur, maka yang mencalonkan sekarang pada sedikit, pada mereka pada umumnya mundur dan belum tentu dapat, akibatnya calonkan semakin sedikit rakyat untuk memilih untuk lebih baik terbatas pemilihannya.Tutupnya (Dpr/Edi)