Fokus dengan tugas Pokok kepala Daerah, Suyatno Belum Berniat Ajukan Cuti Kampanye
BAGANSIAPIAPI - Kendati telah ditetapkan oleh Komisi pemilihan Umum Daerah (KPUD) Rohil sebagai Salah satu Calon Bupati Rohil yang sah bertarung pada pilkada Rohil 9 desember mendatang, H Suyatno Amp saat ini masih belum berniat mengajukan cuti untuk melakukan kampanye. Pasalnya, Calon Incumbent Rohil itu saat ini masih Fokus dengan Aktifitas Rutinnya sehari hari sebagai Kepala Daerah.
"Saya masih belum mengajukan cuti kampanye, karena jadwalnya masih lama dan sedang dilakukan penyusunan. Saya lebih fokus dengan kerja rutin sehari-hari sebagai Bupati Rohil ketimbang melakukan Kampanye. karena saat ini masih banyak tugas pokok yang menumpuk terutama membahas dan menunggu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Rohil disahkan oleh DPRD, "kata Bupati Rohil H Suyatno Amp, Minggu (30/8) dibagansiapiapi.
Dikatakan Bupati, Jika APBD-P telah disahkan, maka kita akan mengajukan cuti kampanye secepatnya. "Pilkada kan jadwalnya masih lama dan masih banyak waktu untuk kita melakukan kampanye untuk menyerap Aspirasi masyrakat. yang terpenting saat ini bagaimana APBD-P rohil bisa dibahas dan disahkan secepatnya, karena itu banyak manfaatnya bagi masyrakat dan pembangunan Rohil, "katanya.
Pilkada menurutnya juga sangat penting diperhatikan dalam berdemokrasi, tapi jadwalnya masih cukup lama. Makanya saya lebih memilih menjalankan tugas pokok sehari-hari sebagai kepala daerah ketimbang mendahulukan melakukan kampanye. "apabila APBD-p telah disahkan, barulah kita fokus dengan kampanye, "tegasnya.
Saat ditanya adanya beberapa Suku dan Tokoh Masyrakat kecamatan Pujud yang berkunjung dikediamannya pada Minggu (30/8) pagi ? Suyatno mengatakan,itu hanyalah untuk melakukan Silaturahmi dan Diskusi dalam pemberian gelar kepada Bupati Rohil.
"pucuk-pucuk suku dan tokoh masyrakat pujud datang kerumah Pribadi saya melakukan silaturahmi sekaligus mau memberikan gelar kepada bupati Rohil. Para pucuk suku itu hanya menanyakan gelar apa yang pantas diberikan kepada bupati. jadi itu hanya silaturahmi biasa dan tidak ada kaitannya dengan Pilkada, "pungkas Suyatno. (Mpr/Af)