Herman Nasution: Hafith Sosok Sederhana dan Agamis Yang Mampu Membawa Rohul Menuju Kabupaten Terbaik
TANDUN- Ketua Ranting Partai Demokrat Desa Koto Tandun, Kecamamatan Tandun, Herman Nasution menyatakan, bahwa sosok calon Bupati Rohul , Ir H Hafith Syukri MM, merupakan sosok yang sederhana dan agamis juga dikenal santun dalam berpolitik, sehingga dinilai dapat membawa Negeri Seribu Suluk ini menjadi kabupaten terbaik di Provinsi Riau tahun 2020.
Itu dikatakan Herman Nasution, Senin (30/11/2015), dan menurutnya bahwa masyarakat Rohul tidak perlu ragu lagi memilih Calon Bupati dan Wakil Bupati Rohul, Hafith Syukri dan Nasrul Hadi.
Kemudian jelas Herman Nasution pula, selain sosok yang sederhana, agamis, ia juga menilai pola berpolitik anak jati Rohul yang sangat santun, karena tidak pernah menyampaikan kepada masyarakat kesan yang menyudutkan pasangan lainnya.
“Hafith jika,berpidato, tidak pernah menjelekkan pasangan lain, kemudian yang paling penting Pak Hafith juga tidak pernah berjanji muluk ke masyarakat. Dirinya selalu menyampaikan janji yang masuk akal ke masyarakat,” sebut Herman, didampingi Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Tandun, Thamrin SPi.
Terkait menjelang pilkada 9 Desember 2015 mendatang, Herman juga menghimbau ke masyarakat, agar tidak terpengaruh dengan opini yang menjatuhkan pamor Hafith Syukri. Karena, jelasnya jelang pilkada ini suhu perpolitikan di Rohul semakin panas, dengan menghalalkan segala cara dilakukan oknum yang tidak senang dengan kebaikan, untuk menjatuhkan pamor Hafith.
“Dengan suhu politik jelang pilkada ini sudah semakin panas, segala cara dihalalkan untuk menjatuhkan pamor Pak Hafith,” katanya.
Bukan itu saja Herman, juga sangat menyayangkan, dengan adanya pemberitaan di salah satu media yang menjatuhkan pamor Hafith Syukri di mata masyarakat. Menurutnya, hal itu hanya membuat sensasi untuk merusak citra Hafith di tengah-tengah masyarakat.
“Sesuaikan Tupoksi jika membuat berita, jangan membuat pemberitaan yang miring dan terkesan titipan, atau menjatuhkan citra seseorang yang tidak sesuai riilnya. Karena membuat kabar atau berita yang tidak benar itu adalah fitnah,” jelasnya. (dpr/Ram)