Ini Cara Cabup Suparman Mengatasi Energi Listrik di Rohul
ROKAN HULU- Ini cara Calon Bupati (Cabup) Rokan Hulu (Rohul), Suparman jika dirinya dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Rohul Sukiman terpilih nanti, dirinya punya strategi khusus untuk mengatasi krisis energi listrik di Negeri Seribu Suluk.
Konsep ini muncul akibat pertanyaan dari para wartawan saat Cabup-Cawabup Suparman-Sukiman melakukan diskusi terkait pembangunan Rohul dengan puluhan awak media beberapa waktu lalu.
Pertama, harus ada keseriusan dan komitmen untuk menyelesaikannya, menurut Suparman jika mengurus listrik sama serius dengan mengurus Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Rohul, pasti persoalan listrik ini akan tuantas.
Kedua, manfaat potensi yang ada, Rohul punya Sumber Daya Alam (SDA) yang sanga melimpah ruah, ada potensi sungai besar seperti Sungai Rokan Kiri, Sungai Rokan Kanan dan Sungai Batang Sosa, ini potensi yang dilakukan pemantaan optimal sehingga ini bisa dijadikan sebagai energi listri. Kalau bisa dikelola maksimal, jangankan kebutuhan listrik untuk Rohul, bahkan bisa subsidi untuk daerah lainnya.
Ketiga, pemanfataan energi terbarukan, Rohul dikenal sebagai daerah kelapa sawit, kini Rohul punya 33 Pabrik Kelapa Sawit (PKS), kini bisa dimanfaat baik limbah cair dan limbah padatnya, untuk bio gas dan bio masa. "Kepada perusahaan-perusahaan PKS ini dilakukan komunikasi konstruktif, mereka diberikan penyuluhan industri pamanfataan limbah, sehingga jika selama ini limbah dianggap berbahaya sehingga menjadi rahmat bagi masayarakat sekitar," tuturnya.
Keempat, melakukan upaya loby budgeting dengan Pemprov Riau dan pemerintah pusat sehingga program-program Listrik Desa (Lisdes) baik melalui dana APBD Provinsi Riau dan APBN bisa diperoleh atau dikucurkan ke Rohul untuk membangun desa-desa yang belum teraliri listrik di seluruh penjuru Rohul.
Kelima, melakukan upaya komunikasi maksimal dengan pihak PLN, sebab mereka yang sebenarnya bertanggung jawab terkait listrik, namun harus ada kerja sama kolektif antara pemerintah daerah, masyarakat untuk mendukung program listrik tersebut. "Sebab PLN itu BUMN juga milik rakyat, jadi kita semua harus membanggakannya, jika PLN sukses berarti rakyat juga sukses," pungkasnya. (dpr/mg12)