LANJUTKAN PENGABDIAN
Portalriau.com - BENGKALIS - Hakikat pembangunan adalah kesejahteraan dan keadilan, maka semua fasilitas yang diadakan harus dugunakan untuk melayani kesejahteraan, yang pada akhirnya melahirkan kemandirian rakyat. Harapan untuk mewujudkan kabupaten Bengkalis yang makmur dan terbilang, adalah sebuah keniscayaan.
5 agustus 2015 lalu H. Herliyan Saleh telah purna menjalankan tugasnya sebagai Bupati Bengkalis. Banyak prestasi yang telah ditorehkan. Putra asli Lubuk Muda ini telah mampu meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi pembangunan Bengkalis ke depan.
Dalam rangka mempercepat dan meningkatkan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa, Herliyan Saleh melaksanakan 3 (tiga) program strategis atau unggulan. Tiga Program Unggulan Herliyan ketika menjabat sebagai Bupati Bengkalis dinilai berhasil di masyarakat.
Program pemberdayaan dan pembangunan yang langsung dikucurkan ke masyarakat desa melalui instruksi Bupati untuk Program Penguatan Infrastruktur Pedesaan (Inbup-PPIP), Usaha Ekonomi Desa/Kelurahan Simpan Pinjam (UED/K-SP) dan Anggaran Dana Desa (ADD), yang ditegaskan oleh Bupati Bengkalis, H.Herliyan Saleh banyak mendapat apresiasi dan diacungi jempol. Ketiga program stategis itu bahkan disebut-sebut tidak ada di Kabupaten lain di Indonesia.
“Kenapa Tidak, setiap desa menerima uang miliaran rupiah setiap tahunnya untuk dikelola langsung oleh desa dalam melaksanakan tiga program unggulan Bupati Bengkalis ini, “ujar dokter Gultom, Rabu(3/9/15).
Menurutnya, dari tiga program yang langsung diselenggarakan di masing-masing desa tersebut, yang paling menarik adalah Inbup-PPIP. Karena dari proses pembangunannnya tidak melibatkan pihak ketiga, melainkan mengedepankan partisipasi aktif masyarakat setempat.
“Dengan kata lain masyarakatlah yang membangun kampong halaman mereka sendiri. Dengan pola ini tentu saja pembangunan infrastruktur desa bias dijamin kualitasnya, “tambahnya.
Program UED/K-SP yang dalam empat tahun terakhir sejak program ini diluncurkan sudah ada desa yang memiliki asset Rp.8 Miliar hingga Rp.10 Miliar. Setiap masyarakat desa secara perorangan bisa menikmati dana segar puluhan juta rupiah melalui proses peminjaman yang tidak begitu rumit untuk pengembangan usaha ekonomi bagi peningkatan kesejahteraan mereka.
Masyarakat pedesaan betul-betul merasakan mamfaatnya dari program ini. Dan yang lebih mengesankan sisa hasil UED/K-SP setiap tahun, disamping digunakan untuk honor pengelola juga dialokasikan untuk bantuan social kemasyarakatan di desa dan pengadaan doorprize bagi para nasabah.
Belum lagi untuk program ADD, milyaran rupiah digunakan untuk menggerakkan jalannya roda pemerintahan desa, pembangunan dan kegiatan masyarakat.
Para aparat desa, mulai kepala desa, anggota BPD, kadus dan RT/RW melalui ADD bisa menerima honor setiap bulannya.
Tiga program unggulan Bupati Bengkalis itu, mampu menciptakan iklim yang kondusif dan progresif bagi setiap desa serta menciptakan daya saing yang sehat antar desa dalam memajukan kampong halaman masing-masing.
Berbagai infrastruktur desa yang tidak tercover dalam APBD Kabupaten, Telah berhasil dibangun secara merata melalui dana Inbup dan UED/K-SP.
Tak ada gading yang tak retak meski demikian, dalam pelaksanaan program-program tersebut masih ditemukan beberapa kelemahan, itu adalah wajar. Misalnya, adanya pemanfaatan dana pinjaman yang seharusnya untuk mengembangkan usaha ekonomi tapi masih digunakan untuk kebutuhan sehari hari.
“Tetapi kelemahan ini tidak mengurangi arti dan makna dari program tersebut. Paling tidak masyarakat merasa sangat terbantu, meskipun pemanfaatannya tidak sesuai tujuan. Lagi pula kelemahan seperti itu sebenarnya masih bisa ditutupi dengan menindaklanjutinya melalui program pembinaan, pendamping dan pemantauan usaha ekonomi secara berkelanjutan. Sehingga masyarakat pengguna dana UED/K-SP bisa diarahkan dan diawasi secara berkala.
Ketiga program ini layak untuk diteruskan pada masa masa yang akan dating. Melalui program inilah, konsep otonomi desa itu bisa terwujud dan diterapkan secara nyata.
Apresiasi terhadap program Bupati H. Herliyan Saleh ini mengalir dari berbagai elemen masyarakat di kabupaten Bengkalis. Terutama mereka yang tinggal di desa desa. Sebab di berbagai kesempatan turun ke desa. Herliyan selalu mengingatkan dan member pesan agar pemanfaatkan dana dana tersebut benar benar berdasarkan skala prioritas, transparan, akuntabel dan dengan hasil yang terukur. Dan jangan salah sasaran. [DPR]