Masyarakat Rohul Resah, Akibat Supaman-Sukiman Gagal Dilantik Mendagri
ROKAN HULU-Masyarakat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kini sudah risau dan resah akibat pelantikan Bupati-Wakil Bupati Rohul terpilih Suparman-Sukiman gagal dilantik terlihat, sejumlah anggota kepolisian dan TNI menyebar dikedai-kedai untuk langkah antisipatif supaya tidak gerakan-gerakan yang membuat keributan.
Disampaikan, Sarkawi di Pasir Pangaraian, kini kondisi masyarakat sudah atas kebijakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Cahyo Kumolo, sebab menurutnya ini ada permainan, padahal sebelumnya SK Pelantikan Suparman-Sukiman sudah diakntongi Plt Gubernur Riau. Tapi tanpa alasan yang jelas, dibatalkan secara sepihak.
"Masyarakat sudah ada yang buat karangan bung, spanduk, kemudian karena pelantikan di Kota Pekanbaru, sedangkan dari Pasir Pangaraian-Rohul jarak tempuhnya jauh, sudah hadi ke Pekanbaru untuk menghadiri pelantikan, nyatanya secara mendadak tanpa ada alasan yang jelas Pelantikan Suparman-Sukiman ditunda tanpa alasan yang jelas," tutur Sarkawi, Rabu (20/4).
Begitu juga keluhan masyarakat lainnya, Sahuri, dirinya menilai kebijakan Mendagri itu seperti tidak dewasa, tengok saja telegram Mendagri Tjahjo Kumolo Nomor: T.131.14/3109/OTDA yang diterbitkan Senin 18 April 2016, dikirimkan ke Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, masa dikirim tengah-tengah malam.
" Lihat sajalah pak, Di poin (A) Pelantikan Bupati dan Wabup Rohul ditunda hingga adanya kebijakan lebih lanjut dari pemerintah. Sedangkan di point (B), mengingat pelantikan Bupati dan Wabup Pelalawan direncanakan dilaksanakan bersamaan dengan Bupati dan Wabup Rohul, maka pelaksanaan pelantikan Bupati dan Wabup Pelalawan selanjutnya disesuaikan dengan agenda Plt Gubri, bebernya.
Sedangkan dalam poin (C), untuk menghindari terjadinya kekosongan pimpinan penyelenggaraan Pemerintah di Kabupaten Rohul, diminta Sekda Rohul Damri untuk melaksanakan tugas sehari-hari atau Plh Bupati Rohul, hingga adanya kebijakan lebih lanjut dari pemerintah. Sementara untik poin (D), sehubungan dengan hal tersebut, agar Plt Gubri memberitahukan hal itu ke Sekda Rohul Damri.
Sahuri dengan tegas menyatakan, supaya Mendagri Cahyo Kumolo peka terhadap kondisi dan stuasi pereknomian di tengah-tengah masyarakat, karena dengan tertundanya pelantikan ini, secara otomatis banyak kebijakan pemerintah yang keputusannya tidak bisa diambil, seperti kini tarik-menarik antara eksekutif dan legislatif mengenai APBD Rohul tahun 2016.
"Sehingga hal ini menimbulkan fenomena sosial, kini ribuan tenaga honorer di Lingkungan Pemkab Rohul, sudah 8 bulan tak gajian, kemudian gerak pembangunan secara otomatis akan menuai keterlambatan, jadi kami minta Mendagri Cahyo Kumolo jangan mengedepankan egonya, mesti memikirkan kondisi masyarakat," paparnya.
Sebelumnya, Di tempat terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan, Muhammad Zaki menjelaskan penunjukan Plh Bupati Rohul, dirinya mengaku saat ini tengah berkoordinasi dengan Biro Pemerintahan Provinsi di Pekanbaru.
Ditanya apakah telegram Mendagri Tjahjo Kumolo Nomor: T.131.14/3109/OTDA yang diterbitkan Senin 18 April 2016, dikirimkan ke Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman sudah sampai ke dirinya, Muhammad Zaki menyatakan, dirinya sudah melihatnya, telegram tersebut sudah fax malam melalui Biro Pemerintahan Provinsi Riau.
“Untuk penetapan Sekda Plh Bupati Rohul, kita masih menunggu arahan Plt Gubri. Namun jelasnya kini sudah kita sudah terima telegram Mendagri. Kita juga sudah mengiformasikan penunjukan Plh Bupati Rohul ke Sekda Damri secara langsung, namun untuk penentuan Plh Bupati Rohul kita masih tunggu kepastian,” jelasnya.
Menurut informasi sejumlah warga, karena banyak dari mereka yang berangkat ke Pekanbaru yang rencananya akan hadiri dan melihat secara langsung pelantikan Bupati dan Wabup Rohul tersebut. Bukan simpatisan, tim sukses dan pengurus partai pengusung dan pendukung Suparman- Sukiman juga ke Pekanbaru, para pejabat di jajaran Pemkab Rohul sendiri terlihat sepi.
Hanya saya, banyak yang binggung dan heran dengan adanya penundaan pelantikan Suparman- Sukiman. Karena, jauh-jauh hari agenda pelantikan keduanya sudah dijadwalkan pihak Provinsi Riau bersamaan Bupati- Wabup Pelalawan. Bahkan ada sejumah warga mengakui binggung, kenapa bisa tiba-tiba pelantikan di batalkan. (dpr/raj)