Partai Demokrat Belum Tetapkan Pengganti Ketua DPRD Rohul
ROKAN HULU -Pasca maju Nasrul Hadi sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Rokan Hulu (Rohul) mendampingi Calon Bupati (Cabup) Rohul, Hafith Syukri, Ketua DPRD Rohul non aktif Nasrul Hadi memang sedang menunggu proses pemberhentian dirinya dari jabatanya sebagai ketua DPRD Rohul dan juga anggota DPRD Rohul.
Namun hingga kini, jawaban siapa yang akan mejadi Penganti Antar Waktu (PAW) dan Juga pengganti Ketua DPRD dari Partai Demokrat belum terjawab sepenuhnya.
Plt Ketua Partai Demokrat Provinsi Riau Achmad, memastikan hingga hari ini, DPC Partai Demokrat Rohul belum menetapkan siapa anggota DPRD Rohul dari partainya yang bakal ditunjuk untuk menggantikan Nasrul Nadi.
Namun, Achmad yang juga Bupati Rohul tersebut menyatakan, meski belum menetapkan nama Ketua DPRD, DPC Demokrat Rohul sudah menetapkan calon Pengganti Antar Waktu. "Kami masih masih akan bermusyawarah untuk memutuskan pengganti Ketua DPRD Rohul ini dan juga akan menanyakan langsung bagaimana sebenarnya detail tekhnis Penetapan Pengganti Ketua DPRD ini," kata Achmad, Rabu (14/10) di Pasir Pengaraian.
Sementara untuk Pengganti Antar Waktu, Achmad menyebutkan sesuai aturan pergantian antar waktu, secara otomatis pengganti Nasrul Hadi, sebagai anggota DPRD Rohul akan digantikan Caleg Partai Demokrat dengan suara terbanyak di bawahnya, sesuai Daerah Pemilihannya.
Jadi, karena Nasrul Hadi, berada di Dapil satu, Partai Demokrat memiliki 2 orang anggota DPRD di dapil tersebut, maka PAW Nasrul Hadi secara otomitasi akan jatuh kepada Nur Zahara, sebagai caleg dengan suara terbanyak ke tiga di Dapil 1.
Seperti yang diketahui, Nasrul Hadi memundurkan diri dari jabatanya sebagai Ketua dan Anggota DPRD Rohul, karena mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Rohul bersama Hafith Syukri. Proses pemunduran dirinya hingga saat ini tinggal menunggu SK dari Gubernur Riau, sementara tugasnya digantikan Wakil Ketua DPRD Rohul dari Partai Golkar Zulkarnaen Guterez.
Di tempat berbeda, Plt Gubernur Provinsi Riau Arsyad Juliandi Rahman dikonfirmasi terkait SK pemberhentian para wakil rakyat yang ikut jadi kontestan pada Pilkada 9 Desember 2015 mendatang, Ia menjawab semuanya sedang diproses. "Masih proses sabar saja, kita lagi proses pemberhatiannya," tukas Arsyad Juliandi Rahman. (dpr/Ram)