Ratusan Anak-Anak di Desa Rambah Utama Belajar Nyanyikan Kemenangan Suparman-Sukiman
RAMBAH SAMO- ratusan anak-anak di Desa Rambah Utama, Kecamatan Rambahsamo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menyanyikan lagi kemenangan Pasangan Calon (Paslon) Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Rohul, Suparman-Sukiman.
Nyanyikan mereka hafal tersebut mereka lakukan secara suka rela atas kecintaan mereka terhadap paslon, adapun nyanyi tersebut " SUSUKI di Dadaku, Nomor Dua Pilihanku, Insya Allah Akan Menang".
Melihat anak-anak tampil menyanyi dengan seikhlas hati, Sukiman yang saat itu berkunjung langsung memberikan saweran, berupa uang tukaran Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Ratusan anak yang menyanyikan lagi rata-rata umur masih kategori anak TK dan PAUD.
Anak-anak yang mayoritas dari suku Jawa ini, merasa mereka telah mendapatkan pelindung mereka setelah kehadiran Sukiman di tempat, para ibu-ibu menyami satu-satu persatu kaum ibu-ibu tersebut.
Saat itu seorang ibu bernama Maryam ditanya, apa benar-benar mendukung Sukiman jadi Wabup Rohul, dia menjawab tentu "Kami akan mendukung, sebab dia pak dek kami," cetusnya.
Saat ditanya kalau dikasih uang Rp 100 ribu, mau gak beralih pilihan, jawab Maryam dengan lugunya, rakyat tidak boleh disuap nanti masuk penjara. "Pokok dia pilihan kan dia orang awak, jadi wajib kami memilihnya," pungkas Maryam.
Sukiman berdialog dengan masyarakat tersebut, terlihat sangat kental logat bahasa jawanya. Tapi dia terus mengatakan dirinya maju menjadi Wabup Rohul bersama Suparman, kalau ada di sini pendukung Hafith Syukri-Nasrul Hadi dan Syafarudin Poti-Erizal tidak masalah mereka orang hebat dan baik, silah pilih dukungan masing-masing.
"Yang penting jangan ada pemaksaan untuk memilih itu biarkan rakyat bebas menentukan sikap, siapa yang mereka sukai, Indonesia ini sudah 70 tahun merdeka, jadi jangan ada lagi tinggal gaya-gaya penjajah Belanda, sehingga masyarakat terus bermusuhan antara pendukung yang menang nanti dan yang kalah, kan kasihan saat ini untuk memilih RT pun ditanya dia lawan atau tidak," pungkasnya.
"Tidak itu saja di daerah ada Kepala Desa (Kades), karena bersebrangan faham dengan penguasanya lantas tak dilantik-lantik, hingga tamat riwayatnya, kan kasihan kalau seperti itu, dunia tidak lama, saya mau jadi Wakil Bupati, karena ada dukungan dari bapak-bapak dan ibu-ibu, di samping itu untuk memperbanyak amal ibadah kepada Allah SWT, karena kesempatan itu bisa menjadi alat bagi saya membantu yang lemah," tutupnya. (mpr/sya)