Saatnya menanti Janji Anggta Dewan.
Portalriau.com - BAGANSIAPIAPI - Masa kampaye para partai politik dan calon anggota legislatif (caleg) di pemilu 2014 telah memasuki tahap akhir yakni pelantikan anggota dewan terpilih. Dan di lanjutkan dengan kerja seorang dewan setelah dirinya di lantik.
Dewan yang terpilih tentunya mendapat mandat rakyat sebagai wakil rakyat untuk memimpin DPRD Rohil dalam periode 2014-2019. tentunya kemenangan itu. sebelumya disambut isak tangis dan rasa haru dari para simpatisannya. Namun, keberhasilannya memenangkan pemilihan anggota legislatif bukanlah akhir dari petualangan politiknya yang penuh liku.
Berbagai persoalan besar di daerah serribu kubah telah menunggu sang wakil rakyat pilihan rakyat Rohil itu untuk segera ditangani dan diselesaikan dengan baik bersama Pemerintah Pemkab Rohil. Rakyat Rohil tentunya berharap akan ada perubahan yang signifikan yang dilakukan oleh pemimpin yang lahir dari proses demokrasi itu.
Melalui janji-janji politiknya yang diorasikan selama masa kampanye pemilihan legislatif 9 April 2014 lalu, yang semuanya terdengar indah dan menjanjikan, tentunya semuanya yang di sampaikan oleh anggota dewan itu tiada lain untuk membawa daerah Rohil yang lebih maju dan sejahtera. Masyarakat sepertinya tak sabar melihat perubahan-perubahan yang dijanjikan oleh calon dewan yang terpilih tersebut.
Sekarang yang menjadi pertanyaan oleh masyarakat, apakah janji-itu bisa terelisasi jika kelak mereka di lantik sebagai wakil rakyat lembaga parlemen yang terhormat itu!.
Seperti hal nya yang di lontarkan, Adi Wanto (47). Saat di Informasikan Riau Baru, Selasa (23/9) di Bagansiapiapi mengungkapkan, sebagai pekerja pendayung becak berharap mendapatkan pekerjaan yang lebih. Karna saat ini sebagai pendayung becak hanya memperoleh uang yang pas –pasan. Untuk itu, kepada anggota dewan yang terpilih saat ini agar bisa menyalurkan aspirasi masyarakat dengan membuka lowongan pekerjaan di Rohil.
“Kita lihat nanti anggota dewan yang terpilih ini di lantik, apakah janji yang di kempanyekan waktu itu bisa di tepati. Saat ini masyarakat Rohil banyak yang susah dan pekerjaan sangat sulit di dapat. Jadi anggota dewan yang baru ini harus bisa membawa perubahan,’ujar Adi.
Menurutnya, Masyarakat Rohil tak ingin janji manis kampanye waktu hanya sebatas pemanis bibir
(lips service) atau janji kosong untuk meraih simpati dan dukungan politik belaka. Saat ini, sebagai wakil rakyat, tentunya bukan lagi milik golongan tertentu saja. Sekarang ia telah menjadi milik masyarakat,”setelah di lantik pikirkan rakyat, jangan memikirkan tim yang memenagkan dia. Saat ini masyarakt Rohil banyak dalam kesusahan,”terang Adi.
Sementara itu, Tokoh masyarakat Bagansiapiapi, Elin Nor (67), mengaku saat ini masyarakat berharap anggota dewan menjadi pemimpin bagi daerahnya sendiri dan tidak menjadi pemimpin yang lupa akan janjinya. Masyarakat juga berharap anggota dewan terhormat tidak menjadi pemimpin yang berjiwa “daerahisme” dan “sukuisme,”Karena, pemimpin yang berjiwa sukuisme tidak akan pernah membuat kebijakan yang bermanfaat untuk masyarakat secara luas. Ia lebih memilih memajukan daerahnya saja. Dan memikirkan kerugian yang di keluarkanya waktu kampanye,”beber Elin.
Lanjutnya, yang lebih utama saat ini dinilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh para anggota DPRD Rohil baik incumbent ataupun baru terpilih. Karna saat ini tercatat ada beberapa permasalahan yang harus menjadi fokus utama dalam pembangunan Rohil. Infrastuktur, kesehatan, Pendidikan. Dan penertipan sosial seperti gelandangan dan pengemis (gelper)."Rohil itu termasuk miniaturnya Riau. Segala sesuatu yang sukses di Rohil pasti akan berdampak besar secara Propinsi, untuk itu Rohil harus bagus dan baik dalam segi pembangunan maupun pelayanan," tutur Elin
Menurut Elin lagi, masalah yang pertama adalah infrastuktur. Sampai saat ini, dia belum melihat konektivitas antara Pemerintah Pusat, dan Provinsi. dalam hal pembangunan infrastruktur yang memadai. Seolah-olah para pemerintah bekerja masing-masing dalam membenahi infrastuktur.
"Sampai saat ini belum ada batasan antara pemerintah provinsi, pusat hingga ke kabupaten/kota. Ini menjadi tugas DPRD Rohil kedepan untuk menjembatani. Bagaimana infrastuktur kita harus baik. Meskipun saat ini era otonomi daerah,"tegas Elin.
Sebenarnya, lanjut Elin, masyarakat tidak perlu tahu siapa yang membangun dan membenahi infrastuktur tersebut. Dia mencontohkan perbaikan jalan arah Sinoboi, dan dalam kota Bagansiapiapi dan banyak lagi. Disana masyarakat mengeluh lantaran jalan rusak dan berlobang-lobang"Yang disalahkan masyarakat. Padahal jalan yang rusak itu milik pemerintah. Ke depan anggota DPRD bisa mengatur ini. Kalau bisa, seluruh infrastuktur dikelola dengan baik dan berkualitas," tegas dia.Selain infrastuktur, Elin menilai, hal yang paling penting di Rohil itu adalah menjaga semangat keberagaman baik antar golongan ataupun agama,”ini yang menjadi tugas dewan yang baru kedepan,”terang Elin.
Elin mengatakan, masalah pendidikan juga menjadi hal penting untuk kinerja DPRD kedepan. Dia mendorong agar anggota dewan terpilih bisa memberikan slot warga Rohil untuk mengemban perguruan tinggi di universitas negeri terkemuka , seperti IPDN,"Saya melihat ini belum bisa diaplikasikan. Warga miskin masih susah untuk mendapatkan akses pendidikan di perguran tinggi ini," kata dia.
Anggota DPRD terpilih, kata Elin, harus bisa menjadi kepanjangan tangan masyarakat . Mereka harus bisa menjembatani antara Pemda Rohil dan Pemerintah Propinsi hingga ke pusat."Saya yakin jika masalah ini terselesaikan selama 5 tahun kedapan.
Rohil akan menjadi barometer Kabupaten lain di segala bidang,"pungkas Elin.(anto)