148 KK Korban Banjir Sei Mandian Ngungsi ke Tenda Darurat
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Diperkirakan, 148 kepala keluarga (KK) dari 168 KK korban banjir di SP-5 Desa Sei Mandian, Kecamatan Kepenuhan, kini terpaksa ngungsi di tenda darurat.
Informasi dari sejumlah pengungsi, mereka sudah lima hari mengungsi di tenda darurat yang dibangun seadanya oleh Pemerintah Desa Sei Mandian di lokasi aman dari rendaman banjir.
Dimana tenda darurat, didirikan Pemerintah Desa setempat, bisa dikatakan apa adanya. Karena dinding tende pengungsian tidak ada, sehingga saat ini, belum adanya tenda yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rohul, di desa tersebut.
“Kita dan warga lainnya terpaksa mengungsi tenda darurat, karena rumah kami masih terendam banjir,”tegas Sugiyanti, salah seorang pengungsi, Rabu (26/11/2014).
Sugiyanti juga mengakui, walaupun tanpa dinding, tenda darurat yang ada bagaikan rumah bagi mereka. Tenda darurat yang ada,m juga dijadikan dapur umum. Dimana seluruh aktifitas dilakukan di tenda, baik masak, makan sampai tidur.
“Bila turun hujan, kami kebasahan. Karena tidak ada dinding,”kata Sugiyanti, yang mengakui mereka sudah menerima bantuan bahan makanan dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rohul.
Sugiyanti dan pengungsi lainnya berharap, bahwa bencana banjir yang melanda desanya cepat selesai, sehingga mereka bisa beraktifitas seperti biasa. Jelasnya lagi, banjir kali ini merupakan banjir terbesar dibandingkan tahun sebelumnya.
Stok Tenda Habis
Sedangkan infirmasi Kepala Pelaksana BPBD Rohul, Aceng Herdiana mengakui, stok tenda yang dimiliki sudah habis terpakai di sejumlah desa yang masih direndam banjir.
Akibat terbatasnya stok tenda, Aceng mengakui, sudah meminta Pemerintah Desa Sei Mandian membangun tenda bagi warganya.
“Bila banjir di desa lainnya sudah selesai, kami pindahkan ke desa ini. Karena ketinggian air di desa ini juga mulai surut,”ucap Aceng. (Alfian/MPR)