Antisipasi Gesekan Antar Umat Beragama dirohil, Enam Tokoh agama Tandatangani Komitmen bersama
BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) menggelar Silaturahmi dan penandatanganan Komitmen bersama antar Umat beragama di Rohil. Komitmen Bersama itu dilakukan dalam upaya mencegah terjadinya perselisihpahaman terhadap kerukunan Umat Beragama di negeri yang berjuluk seribu Kubah. Komitmen bersama antar umat beragama itu ditadatangani enam Tokoh Agama dirohil yakni Tokoh Agama Islam, Kristen, Khatolik, Budha, Hindu, dan Kong Hu Cu.
Penandatangan Komitmen bersama antar Umat beragama itu dilaksanakan diaula lantai IV kantor Bupati Rohil, jalan merdeka, Bagansiapiapi, Sabtu (25/7). Pembacaan Naskah Komitmen bersama antar umat beragama dibacakan oleh Tokoh Agama Islam Syakolan Khalil dan diikuti lima tokoh agama lainnya dihadapan Bupati Rohil H Suyatno, Ketua DPRD Rohil Nasruddin Hasan, Wakapolres Rohil Kompol Dani Ardiantara Sianipar SH Sik, Kajari Rohil Moh Zaenuddin, Dandim 0303 Bengkalis, Kakankemenag Rohil yang bertindak sebagai Saksi.
Dalam Sambutannya, Kapolres Rohil AKBP Subiantoro SH Sik, Melalui Wakapolres Rohil Kompol Dani Ardiantara Sianipar SH Sik mengatakan, Pertemuan ini dilakukan dalam upaya mencegah terjadinya gesekan antar umat beragama di Rohil. Karena beberapa waktu yang lalu tepatnya pada Jumat (17/7) terjadi Insiden pembakaran Masjid dan kios dikabupaten Torikara,Propinsi Papua.
"Kemarin pak Kapolda Papua telah menetapkan 2 warga Tolikara bermaksud mengganggu umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah Sholat Ied dan pelakunya sudah diamankan. Kami juga meminta kepada Pemkab dan FKUB Rohil, dengan komitmen yang telah dilakukan ini diharapkan dapat mempermantap kerukunan antar umat beragama di Negeri ini," kata Wakapolres.
Dilanjutkan Wakpolres, Penandatangan komitmen bersama tersebut sebagai wujud kedamaian antar umat beragama sehingga terjalin keamanan dan kesatuan bangsa. Komitmen bersama juga dilakukan untuk menunjukan kesetian kepada NKRI dengan bedasarkan Pancasila dan UUD 1945. "komitmen ini untuk membangun sikap saling menghormati dan beragama untuk kelangsungan Peribadatan masing-masing agama, "katanya.
kita mengharapkan dengan adanya Komitmen bersama ini, para tokoh lintas agama menolak segala bentuk Provokasi yang terkesan memecah belahkan antar umat beragama. Suasana aman bukan hanya dititik beratkan kepada pihak keamanan saja, tapi juga harus melibatkan semua tokoh agama, tokoh masyrakat, toko adat untuk ikut andil menjaganya, "harap Wakapolres.
Kapolda Papua telah menetapkan Pelaku pembakaran Masjid dan Kios ditorikara sebagai tersangka dalam kegiatan menghasut masyrakat untuk menganggu ibadah Umat Muslim. Selain itu majelis Gereja dipapua juga telah membuat surat permintamaafan kepada umat muslim setempat. "hal ini saya rasa hanya kesalahpahaman dan tidak ada kepentingan dari pihak luar, "ujar Wakapolres.
Sementara itu Bupati Rokan Hilir H Suyatno AMp menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Forkompimda dan FKUB atas kehadirannnya pada acara silaturahmi ini. untuk di Propinsi Riau, Kabupaten Rohil merupakan yang pertama melakukan komitmen yang telah melakukan Komtmen antar umat beragama ini.
"Tentunya kita yang tua dinegeri ini tidak mau hal ini (kerusuhan Tolikara, red) terjadi, apalagi di Rohil masyrakatnya Heterogen yang hidup beragam agama dan suku. Makanya kita hari ini melakukan komitmen, bilamana ada kesalahpahaman antar kerukunan antar umat beragama harus cepat segera diantisipasi," pinta Suyatno.
Bupati juga mengharapkan para camat untuk senantiasa terus memantau dilapangan, apalagi saat ini sudah masuk pada suasana Pilkada. "Apabila perselisihan agama maupun etnis terjadi segera lakukan koordinasi bersama pihak kepolisian, karena kalau ini terjadi minta ampun kita," ucap Suyatno.
Kita tidak ingin hanya karena insiden di Torikara yang menghebohkan bangsa Indonesia dan bahkan Dunia Internasional ini mengalir kedaerah lain. "jika ada perselisihan antar agama maka harus diselesaikan secara musywarah. Negeri Rokan Hilir yang berjuluk Seribu Kubah ini saya rasa sudah cukup aman, jadi janganlah gara-gara insiden di torikara umat beragama di rohil terpecah belah, "harap Suyatno.
Tunjuk ajar setiap agama semuanya bagus. Apapun agama yang dianut, Suku dan Ras kita harus tetap kompak dan saling menghargai agama satu dengan agama lainnya. Dengan begitu, maka kita telah menunjukan sikap membela dan menjaga keutuhan Negara Indonesia, "pungkas Suyatno.
Setelah menandatangani Naskah Komitmen bersama antar Tokoh agama, dilanjutkan dengan menandatangani Baliho Raksasa yang terletak dihalaman kantor Bupati Rohil. Penandatanganan Baliho berukuran Raksasa itu oleh enam Tokoh lintas agama dirohil dan diikuti Ketua Mui Rohil Drs H Wan Achmad Syaiful Msi, Katua LAM Rohil, para Tokoh kesukuan, dan masyrakat setempat. (Mpr/Af)