Belum miliki rumah persinggahan,Dinsos kerepotan tertibkan Gepeng
BAGANSIAPIAPI - belum adanya berdiri Rumah persinggahan khusus untuk penampungan gepeng dikabupaten Rokan Hilir ,menyebabkan dinas sosial (Dinsos) kerepotan untuk menertibkan Gelandang dan pengemis (Gepeng) yang saat ini menjamur di kota bagansiapiapi.untuk itu dinsos minta kepada pemkab rohil untuk membangun rumah persinggahan,sehingga dinsos kedepannya bisa menertibkan gepeng.
Demikian dijelaskan Plt.Kadis sosial Rohil,Satari ,Senin (23/2) di ruang kerjanya.dikatakan,Dinsos sendiri sebelumnya telah menertibkan para gepeng yang beroperasi disejumlah pusat keramaian seperti warung kopi (warkop),pusat perbelanjaan dan sebagainya.namun,kendalanya tempat penitipannya belum ada,sehingga kita kerepotan untuk menertibkan nya.
Diakui Satari, jumlah gepeng dibagansiapiapi sangat banyak,dengan berbagai dalih membawa proposal untuk meminta bantuan dan lain sebagainya.kebanyakan pengemis itu berasal dari luar daerah."kita lihat kebanyakan berasal dari Sumut,ada juga yang nginapnya di salah satu wisma di bagansiapiapi,"katanya.
Dilanjutkan,kalau dikota-kota besar,gepeng itu diburu oleh pihak Dinsos dan satpol PP,karena merusak pemandangan kota.namun di rohil hal itu belum bisa kita lakukan dikarenakan belum memiliki rumah persinggahan untuk menampung Gepeng.
selain itu,jika telah dibangun rumah persinggahan tentunya harus dilengkapi fasilitas pendukung seperti perawat serta pengasuh lain nya untuk melakukan pembinaan,sehingga apabila para gepeng itu dikembalikan ke daerah asalnya sudah dibekali dengan ilmu dan tidak akan melakukan perbuatan mengemis lagi,"ujar Satari.
"Memang banyak keluhan dari warga tentang banyaknya gepeng yang meminta uang disejumlah pusat perbelanjaan.namun dinsos saat ini belum bisa untuk menertibkan nya.apabila nanti di rohil sudah berdiri rumah persinggahan,maka dinsos berjanji akan menertibkan gepang yang ada,"ungkapnya. (mpr/Zal)