Desa Pasir Agung Sentra Ternak Sapi Populasi Sapi di Pasir Agung Capai 3000 Ekor Labih
PASIR PANGARAIAN- Desa Pasir Agung Kecamatan Bangun Purba, merupakan daerah sentra ternak sapi. Karena dari jumlah 850 Kepala Kaluarga (KK) penduduk di daerah itu, hampir setiap KK memiliki ternak sapi. Malahan, ada KK yang miliki hingga 65 ekor sapi, dan diperkirakan populasi sapi di daerah itu capai 3000 ekor.
Itu diakui Camat Bangun Purba, Tengku Fauzan didampingi Kades Pasir Agung, Siwsanto, Minggu (26/10/2014), malahan saat ini banyak warga luar Rohul bahkan Riau, membeli sapi melalui agen-agan sapi di Pasir Agung yang capai 10 orang lebih.
Walaupun di daerah eks transmigrasi tersebut sebagai sentra perkebunan kelapa sawit dan karet yang luasnya capai 2000 hektar, namun menurut Tengku Fauzan, warga di desa itu rata-rata memiliki ternak sapi.
“Penduduk di daerah itu, rata-rata miliki ternak sapi. Malahan, ada 1 warga yang miliki ternak jumlahnya capai 65 ekor. Sehingga kawasan Pasir Agung merupakan sentra ternak sapi di Kecamatan Bangun Purba ini,”terang Tengku Fauzan.
Juga diakui salah seorang agen sapi besar di Desa itu, Kusno mengakui, dirinya sudah sejak tahun 1990 jadi agen sapi, disaat itu Rohul masih gabung dengan Kabupaten Kampar. Biasanya, bila dekat Idul Adha, dirinya sanggup dan mampu menjual 130 ekor sapi kurban, dan hari-hari biasa dirinya bisa menjual 2 ekor per harinya.
“Permintaan datang dari dalam Rohul juga dari Sumatera Utara dan lainnya. Sapi-sapi yang kita jual, kita kumpulkan dari peternak sapi di desa kita ini, termasuk 5 desa tetangga lainnya baik di Kecamatan Bangun Purba dan Rambah Hilir,”jelas Kusno.
Kusno juga mengakui, karena banyaknya populasi ternak di Desa Pasir Agung, dirinya jarang kesulitan mengumpulkan sapi warga yang akan dijualnya. Apalagi, saat ini untuk 1 ekor sapi ukuran dewasa rata-rata dijual bisa Rp10 juta per ekornya, sedangkan untuk sapi kurban bisa capai Rp11 juta hingga Rp12 juta per ekornya.
“Namun tahun ini, pembeli sapi merosot. Itu karena faktor sulitnya ekonomi masyarakat, seperti halnya Idul Adha tahun ini pembeli sapi kurban Cuma 61 ekor saja, padahal tahun-tahun sebelumnya bisa capai 130 ekor terjual bahkan lebih,”tegasnya.
Tengku Fauzan berharap, masyarakat di Desa Pasir Agung, bisa mempertahankan ternak sapi. Kemudian bisa mengembangkannya, sehingga di desa itu masyarakatnya akan lebih meningkat ekonominya.
“Karena kita melihat, warga yang miliki sapi ekonominya akan lebih baik. Contohnya, bila ingin butuh uang menyekolahkan anaknya atau kuliah, bila kepepet mereka bisa menjual ternaknya. Selain mudah menjualnya, harga sapi juga cukup tinggi, sehingga itu lebih menguntungkan petani,”ucap Fauzan. (MPR/pian)