Keberadaan Gepeng Masih terkordinir di Rohil

BAGANSIAPIAPI - kendati keberadaan Gepeng di Rohil sudah meresahkan Masyrakat yang mangkal di berbagai pusat perbelanjaan dan warung kopi (warkop) di kota Bagansiapiapi dibantah oleh dinsos rohil.keberadaan gepeng di pusat ibukota bagansiapiapi hanyalah gepeng musiman dan masih terkordinir dengan baik. Hanya saja hingga saat ini kita belum bisa  menertibkan gepeng itu dikarenakan terbentur belum adanya Rumah persinggahan.

"Ya,kita belum bisa melakukan penertipan terhadap keberadaan Gepeng dikarenakan belum adanya Rumah persinggahan.namun demikian keberadaan Gepeng masih tetap terkordinir dengan baik."gepeng yang ada di kota Bagansiapiapi adalah gepeng Musiman yang tidak merugikan dan meresahkan masyrakat ," kata Plt.Dinsos Rohil,Satari melalui kasi Bantuan sosial, Zaiful Alam Jaya Putra ,Selasa (21/4) di ruang kerjanya.

Apabila di rohil telah berdiri Rumah persinggahan maka kita akan memaksimalkan pemburuan terhadap keberadaan Gepeng dengan melakukan kerjasama dengan pihak satpol PP.namun untuk membangun rumah persinggahan ini tentunya tidaklah mudah.karena memerlukan anggaran yang besar.pasalnya rumah persinggahan itu berbentuk UPTD yang harus dikelola dengan baikbaik serta membutuhkan karyawan yang memadai," katanya.

Sementara itu ,ibu rumah tangga (IRT), Krisna (28) mengeluhkan maraknya Gepeng diseputaran pusat perbelanjaan dikota Bagansiapiapi."kita sering di ikuti gepeng saat  berbelanja.gepeng itu saya lihat kebanyakan berasal dari luar daerah dan meminta dengan cara memaksa.kita bukan tidak mau memberikan sedekah,tapi takutnya nanti kalau dikasi jadi kebiasaan dan  ketagihan ," ujar Krisna.

Untuk itu kita berharap kepada pemerintah daerah dalam hal ini dinas sosial untuk menertibkan gepeng yang kian hari semakin menjamur.kita tentunya tidak ingin kota yang dulunya bersih dari pengemis dijadikan sebagai sarang pengemis," harapnya.

Pernyataan yang sama juga dilontarkan Dedi (30),keberadaan pengemis telah meresahkan masyrakat.dimana pengemis yang kita lihat kebanyakan anak-anak yang seharusnya duduk dibangku sekolah."kita lihat banyak anak dibawah umur yang mengemis,kemudian hasil uang itu ada juga yang dimanfaatkan oleh pengemis  untuk mengisap lem cap kambing.nah,hal ini tentunya tidak bisa dibiarkan,karena dampaknya akan merusak generasi bangsa ,"ungkap Dedi. ( Mpr /Af )

Berita Terkait

Syarat Makna Dan Budaya, Wabup Labuhanbatu Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Panai Hilir

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, menghadiri prosesi adat ritual tradisi Sedekah Bumi yang digelar khidmat oleh masyarakat Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, pada…...

Menyemai Kemandirian UMKM Seroja Melalui Penguatan Kapasitas Budidaya Jamur

Pekanbaru - Portalriau.com---Mutmainah terlihat fokus mengamati instruktur yang begitu piawai merancang media tanam jamur tiram (baglog). Siang itu pertengahan Juni 2026, Mutmainah bersama sejumlah anggota…...

7 Keuntungan Belanja Gadget di Realme Flagship Store Blibli

Portalriau.com- Saat ini, mencari gadget yang tepat tidak hanya soal harga atau fitur, tapi juga tentang keaslian dan pengalaman berbelanja yang menyenangkan. Realme Flagship Store…...

Wabup Jamri Pimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST., memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Lapangan Diklat BKPP Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (18/06). Kegiatan…...

Wakil Bupati Labuhanbatu Ikuti Zoom Meeting Penyaluran Transfer ke Daerah Untuk Bantuan Bencana se-A

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu mengikuti Zoom Meeting Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) untuk bantuan daerah terdampak bencana se-Aceh yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam…...