Masyarakat Rohul Kecewa Dengan Pengadaan Tenda Mencapai Miliyaran Rupiah di Tengah Ekonomi Sulit
ROKAN HULU-Masyarakat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), merasa kecewa dengan pengadaan tenda untuk kegitan Rohul Expo tahun 2015, sebab untuk biaya tenda saja mencapai empat Miliyar rupiah, pada kini kondisi ekonomi masyarakat tengah morat-marit.
Informasi ini disampaikan, Laman (30), Warga Pasir Pangaraian, mengaku sangat luar biasa pengunaan anggaran di Pemkab Rohul dalam kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Rohul ke 16, itu untuk dinilai sangat layak, bayangkan saja untuk pengadaan tenda tersebut mencapai hingga Rp 4 M lebih.
"Kini ekonomi payah pak, Kelapa Sawit Rp 600 per Kg, karet Rp 7 ribu per Kg, sedangkan Pemkab Rohul menyewa tenda itu sampaik miliyaran rupiah, padahal kini ekonomi rakyat lagi sulit pak," ungkap Laman.
Masih di tempat yang sama, aktifis Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Rohul Erwin Ginting, menilai pengadaan tenda tersebut temasuk pemborosan anggaran di tengah kondisi ekonomi sangat sulit sebaiknya itu tidak usah dilaksanakan, lebih baik berfikir supaya ekonomi masyarakat ini sejahtera.
"Kami minta DPRD Rohul supaya meninjau kembali pengadaan tenda tersebut, kini masyarakat sedang susah sementara pemerintah membuat anggaran yang nilainya sangat sementara damapkanya tidak bisa dirasakan masyarakat, bayangkan saja pak, kalau itu seharga empat Miliar mungkin Kota Pasir Pangaraian sudah ditutupi tenda," tegasnya.
Ketika hal ini dikonfirmasikan dengan Kepala Badan Pelayan Terpadu Perizinan Penanam Modal (BPTP2M) Rokan Hulu (Rohul), Ridarmanto, mengaku kalau anggaran pengadaan tenda untuk Rohul Exspo Tahun 2015 sudah menjadi kebijakan dari pemerintah dan pimpinan daerah.
"Kalau saya tidak ada itu dilaksanakan tidak masalah. Tapi anggaran itu sudah terprogram, namun karena terjadi optimalisasi anggaran itu pun sebenarnya sudah dipotong, kini proses lelang tersebut sudah melalui, prosedur, sudah kita tayangkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Rohul," jelasnya.
Saat ditanya, apakah anggaran sebesar empat miliar tidak terlalu mahal, Ridarmanto menjawab lelang yang dilakukan itu pengadaan tenda dan perlengkapannya. "Itu ada empat Roder, sebanyak 12 but, satu but sekitar Rp 18 juta, termasuk tenda untuk stand batu akik itu khusus, kalau proses pengadaan itu tidak masalah lagi, karena perencanaan sudah dari awal makanya kita laksanakan," bebernya.
Tambahnya, stand pameran tersebut juga diperuntukkan untuk masyarakat Rohul dan itu sama sekali tidak ada dipungut biaya. "Tapi kalau bisa, gak usah diberitakan, nanti tambah banyak masalah pula," pungkasnya. (dpr/Ram)