PAD Sektor Pariwisata di Disbudpar Rohul Kini Sudah 100 Persen Lebih
PASIR PANGARAIAN- Diakui pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Rohul mengklaim, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata hingga November 2014 sudah lebih 100 persen, dari target PAD tahun 2014 Rp55 juta.
Diakui Kepala Disbudpar Rohul, Yurikawati S.Sos, Senin (3/11/2014), bahwa sampai November 2014, total PAD di dinasnya sudah mencapai Rp120 juta rupiah, itu dari realisasi yang disumbangkan dari pengelolaan retribusi 3 objek wisata, yakni Hapanasan, Sungai Bungo dan bendungan Cipogas.
“Dari PAD yang ditargetkan tahun 2014 ini hanya Rp55 juta, kini realisasinya meningkat sudah 100 persen lebih,”terang Yurikawati.Kata Yurikawati lagi, peningkatan PAD sektor pariwisata itu menandakan bahwa untuk sektor wisata di Rohul saat ini, sudah mulai hidup. Itu juga berpengaruh dalam peningkatan ekonomi khusunya sektor informal. Disbudpar Rohul sendiri memprediksi, asumsi perputaran uang di 3 objek wisata yang di kelola disbudpar mencapai Rp48 miliar per tahunnya.
“PAD di 3 objek wisata yang sudah kita kumpulkan Rp120 juta hingga kini, bila setiap masyarakat masuk membayar Rp5000 per orangnya, maka kunjungan masyarakat ke 3 objek wisata hingga saat ini sudah capai 24.000 orang,”tegas Yurikawati.
Itu tentunya memiliki muti player efect pada ekonomi masyarakat di sekitar kawasan objek wisata. Bahkan dirinya optimis dan yakin, target PAD di sektor wisata Rohul tahun depan bisa meningkat lagi, asalkan dibarengi dengan komitmen perbaikan infrastruktur dari dinas terkait seperti Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP), termasuk Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (TRCK) juga Dinas kehutanan dan Perkebunan.
“Karena selama ini, persoalaan utama pengembangan objek yaitu keterbatasan akses menuju objek dan status lahan di objek wisata itu,”.“Tentunya kita sangat optimis, target PAD ini dapat terus ditingkatkan, asalkan ada komitmen dari dinas terkait, untuk pemenuhan infrastruktur di objek wisata ini, jangan, pas ada permasalahan infrastruktur jalan misalnya, selalu disbudpar yang disalahkan padahal itu bukan gawe kita,”tegasnya. (Alfian)