Pemko Dumai Wujudkan Kota Layak Anak
Portalriau.com - DUMAI – Pemerintah kota (Pemko) Dumai berupaya secara efektif melaksanakan dan memenuhi hak anak–anak melalui pengembangan Kota Layak Anak (KLA). Tujuannya agar setiap anak mempunyai hak hidup, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, tentunya agar terlindung dari kekerasan dan diskriminasi.
Dimana KLA sendiri memilih Kelurahan Dumai Kota, Kecamatan Dumai Kota sebagai pilot project kelurahan ramah anak di Kota Dumai.
Oleh karena itu, tak tanggung–tanggung Walikota Dumai, H Khairul Anwar SH selalu gencar mengembangkan kawasan Dumai Central Park (DCP) atau Taman Bukit Gelanggang, Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Dumai Timur sebagai lokasi permainan bagi anak-anak sehingga hak-hak mereka terpenuhi.
“Kita berharap, anak-anak Kota Dumai dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak -anak yang cerdas dana memiliki masa depan baik serta, tentunya memiliki akhlak mulia, soleh dan soleha kepada orang tuanya, “pesan Khairul beberapa waktu lalu di berbagai kesempatan.
Sementara itu, Kepala BKBP3A (badan keluarga berencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak) Kota Dumai, Drs H Marwan MSi sebelum tutup usianya telah menjelaskan jika KLA adalah sistem pembangunan berbasis hak anak. Melalui peringatan hari anak nasional (HAN) 2015 lalu, merupakan wujud salah satu jabara (keberanian anak) dari empat hak dasar anak.
“Berikan yang terbaik bagi anak, jamin semaksimal mungkin kealngsungan hidup dan perkembangan anak serta hargai hak anak – anak, “tuturnya.
“ Dan ini momentum untuk menggugah kepedulian maupun partisipasi seluruh pihak dalam menghormati dan menjamin hak-hak anak dan individunya tanpa ada diskriminasi, “pesan mantan Kadishub Kota Dumai ini.
Senada disampaikan Kabid Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak, Irfan Wahyudi SKM MKes. Untuk mendukung program KLA, Dumai juga sudah terbentuk forum anak, yaitu wadah atau pranata partisipasi bagi anak yang berusia 18 tahun.
Dimana anggotanya merupakan perwakilan dari kelompok anak atau kelompok kegiatan anak yang dikelola oleh anak-anak dan dibina oleh pemerintah sebagai media untuk memenuhi aspirasi, suara, pendapat, keinginan dan kebutuhan anak dalam proses pembangunan.
Makanya ia berharap untuk mewujudkan KLA tersebut, pihaknya juga mengupayakan kelurahan ramah anak tak hanya di Dumai Kota saja melainkan seluruh kelurahan di Kota Dumai, sebagai ajang penampilan sesuai minat dan bakat anak.
“ Demi mengembangkan jaringan kemampuan minat dan bakat secara efektif, meningkatkan kecerdasan sosial anak serta tercapainya efisiensi, monitoring dan evaluasi dalam upaya pelaksanaan kegiatan untuk meningkat kan pola pikir dan daya saing anak-anak untuk mengisi pembangunan di Kota Dumai, “terang Irfan.
Realisasikan KLA, Pemerintah Fasilitasi Kawasan Ramah Anak
Untuk merealisasikan Dumai menuju KLA, segala fasilitas umum milik pemerintah termasuk sekolah dan puskesmas dijadikan sebagai kawasan ramah anak serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak sehingga hak-hak mereka terpenuhi.
Dan BKBP3A Kota Dumai sendiri telah menggelar rakor Dumai menuju KLA bersama gugus tugas seKota Dumai yang dibuka Wali Kota Dumai, H Khairul Anwar SH melalui Asisten II Setdako Dumai, Drs H Syamsuddin MT.
Dia mengatakan kegiatan rakor ini sebagai tindak lanjut deklarasi KLA pada HAN se-Provinsi Riau, yang dilaksanakan dua Kota dan 10 Kabupaten di Riau.
“Dan belum lama ini Kabupaten Siak juga dinyatakan sebagai KLA pada tahun 2013 silam, “ungkap Syamsudin.
Ia berharap Kota Dumai juga segera menyusul terwujudnya KLA pada 2014 mendatang. Untuk itu, semua regulasi dan persyaratan apa saja sudah dipenuhi.
“Apalagi nantinya ada SK memuat bidang tugas dan fungsi setiap satker di lingkungan Pemko Dumai dan semuanya harus sinergi, “ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala BKBP3A, Drs H Marwan MSi telah menyampaikan sebagai satker terkait, pihaknya sudah siap memenuhi segala persyaratan Dumai menuju KLA agar bisa terealisasi.
“Untuk itu, perlu kerjasama lintas sektoral. Semisal Dishub Dumai menyediakan zona keselamatan dan zebra cross, DTK2P (dinas tata kota, kebersihan dan pertamanan) dengan menyediakan tempat bermain anak kemudian Diskes dengan pojok ASI (air susu ibu) di berbagai tempat umum serta fungsi tugas satker lainnya, “katanya.
Ditambahkan Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Irfan Wahyudi SKM MKes bahwa perolehan KLA diperlukan kerjasama semua lintas sektoral dalam mendukungnya.
“Termasuk soal akte kelahiran gratis, dari sisi Kemenag Dumai juga dalam bidang belajar agama anak serta semua gugus fungsi yang semua kegiatannya mencerminkan kehidupan anak dan berpartisipasi, “katanya tersenyum.
“Untuk itu, peran aktif semua pihak terutama gugus tugas sangat kita harapkan dan mudah-mudahan KLA terealisasisi di Kota Dumai nanti,Tuturnya. (Mpr/Ryan.s)