Perayaan Imlek 2566, Bupati Kunjungi Kelenteng di Bagansiapiapi
BAGANSIAPIAPI - Menyambut pergantian tahun Imlek 2566,bupati Rokan Hilir,H.Suyatno yang didampingi oleh ketua DPRD Rohil,Nasruddin Hasan mengunjungi sejumlah kelenteng yang ada di kota Bagansiapiapi dengan berjalan kaki,kehadiran orang nomor satu dinegeri seribu kubah itu mendapat sambutan hangat dari masyrakat tionghoa.
Perayaan Imlek tahun 2015 ini,masyrakat tionghoa mengelar acara pembukaan di yayasan Multi marga yang bersebelahan dengan kelenteng Ing hok king."kita hanya melakukan peninjauan beberapa kelenteng terhadap kesiapan masyrakat merayakan Imlek.karena mayoritas masyrakat bagansiapiapi kebanyakan warga tionghoa.
demikian dijelaskan Bupati Rohil,H.Suyatno,Amp,Rabu (18/2) tengah malam di bagansiapiapi.dikatakan,masyrakat Rohil terdiri dari berbagai suku dan agama,kita tetap satu tanpa ada membeda-bedakan agama maupun suku dan Ras.Perayaan Imlek tahun ini cukup meriah dibandingkan dengan tahun lalu,dimana setiap kelenteng kita temukan Lampion Raksasa dan pernak-pernik menghiasi kelenteng yang ada,selain kelenteng,pemukiman warga juga dihiasi lampion bagaikan negeri Hongkong.
"kita tetap perhatian masyrakat kita tionghoa yang merayakan Imlek,karena sebagai pemimpin daerah berkewajiban untuk memperhatikan warganya tanpa memandang agama,suku dan Ras,kita berharap kerukunan umat beragama di Rokan hilir tetap terjaga dengan baik.sehingga ada perayaan apapun tetap damai,rukun tanpa ada kecemburuan sosial antar umat beragama,"pungkasnya.
pantauan dilapangan,terlihat sejumlah kelenteng maupun pekong dan rumah penduduk dihiasi oleh lampion,selain lampion juga terlihat patung Kambing kayu yang menandakan tahun 2015 ini sebagai tahun kambing,adapun maknanya akan mudah dalam mendapatkan Rezeki.
"warga Tiong hoa,Ching Tiek mengatakan,pada malam menjelang imlek masyrakat tionghoa melakukan sembahyang untuk mendoakan datangnya hujan,karena kepercayaan masyrakat tionghoa hujan adalah membawa keberuntungan untuk alam dan seisinya.kalau dipekong maupun kelenteng tertua dilakukan pembakaran Hio kerbau raksasa yang dihiasai oleh musik barongsai dan musik orientasi yang di ikuti oleh baba dan paramuda-mudi tionghoa.
pada pagi harinya,kota bagansiapiapi terlihat padat dari aktifitas masyrakat,dimana disetiap warung kopi (Warkop) dipenuhi oleh masyrakat tionghoa yang menikmati makanan dan minuman."setiap perayaan imlek kita memang suka mengunjungi warkop untuk minum dan makan-makan bersama keluarga,"ujar Cheng tiek.( Mpr /Af )