Safari Ramadhan Pemerintah Propinsi Riau Di Masjid Al Mukaromah Kampung Rawang Kao Barat Kecamatan
Portalriau.com - SIAK - Plt. Gubri yang diwakili oleh Asisten Pembangunan Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Riau H Masperi didampingi Bupati Siak H Syamsuar dan Danrem 031 Wirabima Brigjend TNI Nurendi Msi (Han), Dandim 0303 Bengkalis Letkol Arh Wachyu Dwi Haryanto, Anggota DPRD Siak Dapil II Tarmijan, Camat Lubuk Dalam Aditya Citra Smara, Sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Propinsi Riau dan Kabupaten Siak, Penghulu serta Masyarakat Rawang Kao Barat dan sekitarnya.
Bupati Siak H Syamsuar dalam sambutannya menjelaskan potensi potensi yang ada di wilayah kabupaten Siak kepada Danrem dan rombongan.
Ia menyebutkan kabupaten Siak merupakan salah satu daerah yang tingkat pertumbuhan penduduknya cukup tinggi serta tingkat migrasi tertinggi di provinsi Riau. Wilayah kabupaten Siak ini memiliki perkebunan sawit yang cukup luas sekitar 287 ribu hektar yang dikelola oleh perusahaan swasta dan BUMN serta masyarakat tempatan.
Di empat kecamatan sudah waktunya untuk melaksanakan peremajaan sawit (replanting) sekitar 15 ribu hektar, antara lain kecamatan Lubuk Dalam, Kerinci Kanan, Koto Gasib dan Dayun. Saat ini Pemerintah Kabupaten Siak bekerjasama dengan PTPN V serta Pihak Bank telah melakukan penanaman sebanyak 1.200 khususnya di kecamatan Koto Gasib yang dimulai tahun 2015. Selanjutnya akan dilakutan secara berurutan ke kecamatan lainnya.
Harapan masyarakat tentunya ada bantuan dan perhatian dari Pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi Riau. Selain itu 4 kecamatan ini telah ditetapkan oleh Bapak Menteri Pertanian dan Pak Gubernur sebagai sentra peternakan sapi yang berintegrasi dengan Sawit.
Bahkan pada tahun ini, kelompok peternak sapi terbaik untuk tingkat provinsi Riau berasal dari kecamatan Lubuk Dalam. Atas prestasi tersebut salah seorang petaninya dikirim ke Australia untuk belajar beternak Sapi yang dibiayai oleh pemerintah pusat.
Harapan kami bantuan sapi dari pemerintah Provinsi Riau agar terus dilanjutkan, karena kami sudah siap untuk mengembangkan dan memajukan usaha peternakan sapi.
Selanjutnya kami juga mengharapkan bantuan pembangunan rumah layak huni dari pemerintah provinsi agar ditambah meskipun Pemerintah Kabupaten Siak juga membuat rumah layak huni namun begitu banyaknya warga yang belum memiliki rumah yang layak huni. Sesuai dengan komitmen kita bersama, rumah yang kita bangun saat ini adalah permanen.
Tahun lalu kami mendapat bantuan pembangunan puskesmas dari Pemerintah Provinsi di tiga kecamatan antara lain kecamatan Lubuk Dalam, Kandis dan Sabak Auh. Hingga hari ini pekerjaan pembangunan puskesmas tersebut belum selesai. Tentunya masyarakat menanyakan hal tersebut kepada kami, selaku kepala daerah. Kami berharap agar pembangunan puskesmas tersebut dapat dilanjutkan kembali.
Kecamatan Lubuk Dalam ini termasuk memperoleh bantuan pembangunan Puskesmas yang lebih layak dan baik dari Pemerintah Provinsi. Puskesmas di Lubuk Dalam ini telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi sebagai puskesmas yang melayani anak-anak secara khusus, terutama melayani anak anak yang gizi buruk, dan selanjutnya puskesmas ini kita harapkan menjadi Rumah Sakit Pratama.
Bupati Juga berharap agar ruas-ruas jalan provinsi yang berada di wilayah kabupaten Siak dapat terus ditingkatkan apalagi ada ruas jalan yang dipakai untuk rute tour de Siak pada tahun ini, kalau jalan sudah bagus kita harapkan dapat mengurangi kecelakaan lalu lintas.
Kalau kita dari sini menuju Bengkalis nanti akan melewati jembatan Belading yang ada di kecamatan Sabak Auh. Jembatan tersebut sudah cukup lama yang dibangun oleh pihak swasta, tentu kondisinya sudah memprihatinkan. Memang sudah ada pekerjaan dari Pemprov sebelumnya namun sampai sekarang belum berlanjut. Tentunya kita harapkan perhatian dari pemerintah Provinsi untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut.
Danrem 031 Wirabima Brigjend TNI Nurendi Msi (Han) gembira sekali hadir ditengah tengah masyarakat kampung Rawang Kao Barat. Sebelum saya masuk ke Riau ini dari Jakarta saya sudah diwanti-wanti bahwa di Riau itu musuhnya asap. Untuk itu ia mengajak masyarakat Kabupaten Siak khususnya kecamatan Lubuk Dalam agar tidak membakar lahan yang mengakibatkan hutanpun ikut terbakar. Musibah asap yang biasa terjadi setiap tahun ini agar tidak terjadi lagi.
Saya mengapresiasi kepada Bupati beserta jajarannya terus berupaya dan semangat untuk mengejar titik panas (hot spot) ada sekitar 140 titik panas hasil pantauan dari satelit. Namun dari 140 tersebut belum tentu semuanya menjadi titik api, dan kalau sudah ketemu titik apinya langsung dipadamkan.
Kalau lahan dan hutan sudah terbakar sangat sulit untuk dipadamkan oleh karena itu lebih baik kita upayakan pencegahan, melalui sosialiasi kepada masyarakat secara terus menerus.
Terkait replanting atau peremajaan sawit ia mengajak masyarakat sewaktu menanam sawit baru, bisa dilakukan tumpang sari, artinya diselingi tanaman yang bisa menguntungkan bagi petani.
Dalam sambutannya Asisten II Setda Provinsi Riau H Masperi mengatakan bahwa Bapak Plt Gubernur tidak dapat hadir pada malam ini karena mengikuti rapat koordinasi dengan Menteri Koordinasi Perekonomian di Jakarta yang membahas rencana tata ruang wilayah provinsi Riau. Hal inilah yang menjadi hambatan bagi pelaksanaan pembangunan di provinsi Riau karena persoalan tata ruang wilayah kita, jelasnya
Kabupaten Siak ini adalah salah satu daerah yang strategis, karena berada dalam wilayah kawasan pengembangan Pekan Sikawan. Kemudian akan dilalui jalan Tol, trase pertama berada didalam kabupaten Siak sepanjang 30 Km. Namun hari ini kami dihadapkan persoalan pembebasan lahan yang berada di area perkebunan milik swasta. 7,1 Km yang sudah dibebaskan dan telah diukur kemudian masuk ketahap 19 Km yang berada di wilayah Sinar Mas Grup.
Kami sudah menyusun konsep untuk Sinar Mas grup ini untuk memberikan semacam surat tidak keberatan dilalui oleh jalan Tol mengingat jalan Tol ini adalah program jalan nasional. Kemudian 5 Km selanjutnya ada kawasan pemukiman masyarakat, mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat kita selesaikan.
Plt Gubri memilih Masjid Al Mukaromah ini karena telah memiliki persyaratan yang cukup untuk menerima bantuan dari pemerintah Provinsi Riau. Saat ini dalam penyaluran bantuan social kepada rumah ibadah harus jelas peruntukannya. Pada hari ini kami menyaksikan sendiri bahwa masjid Al Mukaromah ini memang layak untuk dibantu, imbuhnya.
Namun demikian bantuan tersebut belum bisa diberikan saat ini, karena kami sedang menyusun peraturan Gubernurnya. Dimana lokasinya dan siapa yang menerima sehingga jelas peruntukannya dan ketika nanti di audit oleh aparat yang terkait tidak ditemukannya indikasi negatif.
Sesuai hasil kesepakatan seluruh masjid yang akan dibantu, akan dilaksanakan sekitar bulan oktober mendatang setelah disahkannya APBDP Provinsi Riau.
Dalam kesempatan itu Bupati Siak menyerahkan bantuan untuk masjid Al Mukaromah kepada pengurus Masjid sementara itu Plt Gubri yang diwakili asisten II menberikan Zakat Mal Pribadi Plt Gubri untuk dibagi kepada yang berhak menerimanya untuk kampung Rawang Kao Barat. Selanjutnya Safari Ramadhan tersebut ditutup oleh Tausiah yang disampaikan oleh Ustad Muhyarudin dari Siak. (MPR)