Sosok Tuan Syekh Ismail Pantas Jadi Suri Teladan Umat Islam
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Sosok tuan Syekh Ismail Al-Kholidi An-naqsyabandiyah yang merupakan tokoh spritual ajaran tasauf di Kabupaten Rohul, pantas dijadikan sebagai teladan bagi umat Islam di Negeri Seribu Suluk.
Itu diungkap saat digelarnya Haul Syekh Ismail ke 66 Tahun 2014 di Desa Surau Gading, Kecamatan Rambah Samo, Kamis (20/11/2014), yang dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Rohul, Ir.H Hafith Syukri MM, para Kepala Satker di lingkungan Pemkab Rohul, Ketua MUI Rohul, Hasbi Abduh, Camat Rambah Samo Suharman Nasution, Upika Rambah Samo, jamaah tariqat se-Rohul, yang hadirkan penceramah Al-Ustadz Abdul Somad LC MA.
Wabup Hafith Syukri mengatakan, melalui haul Syekh Ibrahim ke 66, umat Islam di Rohul agar bisa mengambil suri teladan Syeh Ismail. Pemkab Rohul sendiri komit, terhadap pengembangan tareqat Naqsabandiyah, sehingga tareqat ini dapat mengawal akan negeri negeri berfilosofi Negeri Seribu Suluk.
“Ini yang merupakan ujung tombak, karena pada tahun 2014 ini, Pemkab Rohul sudah kucurkan dana lebih Rp 1 miliar, untuk bantuan surau-suarau suluk se Rohul, dengan rata-rata satu surau menerima bantuan Rp 100 juta. Khusus surau yang bersejarah, agar jangan dipindahkan ketempat lainnya,”harap Hafith Syukri.
Wabup juga mengajak, seluruh umat Islam tingkatkan kekompakan dan jalin kebersamaan dan jaga persatuan, kemudian jaga ukhwah Islamiah sesame umat muslim.
Dalam ceramahnya, Abdul Somad memaparkan, bahwa ada 3 kelebihan Tuan Syeh Ismail, yakni umur panjang selama 140 tahun dengan beramal ibadah yang banyak, kedua perjalanan jauh sampai ke Mekkah sambil menuntut ilmu, ketiga walau sudah meninggal masih tetap dikenang karena taatnya beragama.
“Haul bermakna, agar dapat membandingkan amal syeh yang sudah meninggal dengan kita yang masih hidup, makanya paling baik manusia itu amal banyak dan panjang pula umurnya dan bermamfaat bagi manusia lainnya,”tegasnya.
Juga dipaparkannya, bahwa dzikir merupakan suatu ibadah yang amalan amat dahsyat. Bahkan sebaiknya dzikir di dzaharkan atau dibesarkan pengucapannya agar lebih afdhal, di antara zikir itu berbunyi " Lailahaillah wahdahulasyarikalah".
Katanya lagi, adapun larangan nabi itu, ada 6 larangan, pertama agar tidak menebarkan isyu, kedua jangan banyak bertanya tidak menentu, ketiga jangan membuang harta yang tak bermamfaat keempat tidak menjalankan kewajiban hanya menuntut hak saja, kelima jangan durhaka sama ibu atau orang tua serta enam jangan menguburkan anak perempuanmu.
Panitia Pelaksana Armansyah Hasibuan mengatakan kalau haul ini setiap tahun tetap diadakan, saat ini pembangunan perluasan tempat suluk sedang tahap dibangun atas bantuan Pemda Rokan Hulu.
“Berharap kedepannya, dapat ditingkatkan agar bisa melengkapi fasilitas dan prasarana tempat sulu ini,”terang Armansyah. (MPR)