Dampak  Perang Rusia-Ukraina Terhadap   Perekonomian Indonesia

Dampak Perang Rusia-Ukraina Terhadap Perekonomian Indonesia

Nama : CHATRINA S

Nim : 2174201043

Jurusan:fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning

Berita.Opini

Dampak Perang Rusia-Ukraina Terhadap Perekonomian Indonesia

PORTALRIAU.COM- Pekanbaru- Pada saat ekonomi global mulai bangkit dari efek pandemi, dunia dikejutkan oleh konflik militer antara Rusia dan Ukraina. Reaksi spontan negara-negara utama dunia adalah mengenakan berbagai sanksi ekonomi dan finansial kepada Rusia guna mendesak Presiden Vladimir Putin menghentikan invasi terhadap Ukraina. Namun, Indonesia dengan politik bebas aktifnya tidak memihak salah satu pihak yang terlibat dalam perang. Prinsip menghargai kedaulatan negara dan perdamaian dijunjung tinggi. Indonesia aktif dalam mendukung upaya perdamaian dan kemanusiaan. Banyak pihak yang meminta Indonesia lebih tegas sikapnya untuk mengecam serangan Rusia dan membantu langsung Ukraina, tetapi Indonesia konsisten dengan bebas dan aktif.

Konflik Rusia dengan Ukraina memberikan dampak bagi perekonomian global, tidak terkecuali Indonesia. Konflik ini memberikan pengaruh bagi kinerja perdagangan antara Indonesia dengan kedua negara. Komoditas utama ekspor ke kedua negara, merupakan komoditas utama Indonesia yakni CPO dan turunannya, sementara 25,91% impor tepung gandum berasal dari Ukraina. Tulisan ini bertujuan untuk membahas bagaimana dampak perang Rusia melawan Ukraina bagi Indonesia. Salah satu dampak yang berat adalah kenaikan harga energi secara global. Kenaikan ini menekan kondisi fiskal karena meningkatnya subsidi untuk penggunaan BBM dan LPG. Setiap kenaikan harga minyak mentah US$1 per barel berdampak pada kenaikan subsidi LPG sekitar Rp1,47 triliun, minyak tanah Rp49 miliar, dan beban kompensasi BBM lebih dari Rp2,65 triliun. Selain itu, kenaikan ICP US$1 per barel berdampak pada tambahan subsidi dan kompensasi listrik sebesar Rp295 miliar. DPR perlu mendorong Pemerintah untuk mengambil langkah-langkah antisipatif agar tingkat inflasi terkendali di tengah harga beberapa komoditas global yang Meningkat.Dampak Konflik terhadap Kinerja Perdagangan Indonesia Konflik antara Rusia dan Ukraina yang saat ini masih berlangsung berpotensi mengganggu kinerja perdagangan Indonesia dengan kedua negara.

Konflik tersebut dapat menurunkan ekspor nonmigas Indonesia dan menghambat impor gandum sehingga berpotensi meningkatkan kenaikan harga sejumlah bahan pangan di dalam negeri. Porsi perdagangan Indonesia dengan Rusia dan Ukraina sesungguhnya nilainya tidak terlalu besar. Konflik saat ini yang terjadi diperkirakan hanya memberikan dampak berada pada kisaran 1%, baik untuk ekspor maupun impor (Media Indonesia, 26 Februari 2022). Hal ini juga akan mendorong pada kenaikan biaya transportasi, logistik, dan industri yang mengkonsumsi BBM nonsubsidi, yang pada akhirnya dapat menaikkan harga komoditas lainnya. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi DPR, khususnya dampak krisis prang Rusia dengan Ukraina terhadap kenaikan harga komoditas di dalam negeri. DPR juga perlu mendorong Pemerintah untuk mengambil langkah-langkah antisipatif agar tingkat inflasi tetap terkendali di tengah harga beberapa komoditas dan minyak mentah di pasar global yang meningkat.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga gandum, DPR perlu mendorong pemerintah untuk mencari alternatif pemasok gandum dari negara lain dengan kontrak jangka panjang untuk memastikan pasokan dan harga gandum tetap stabil. Sementara itu DPR juga perlu terus mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan energi dari gas alam untuk kebutuhan industri dalam rumah tangga sehingga dapat mengurangi ketergantungan akan minyak bumi. Konflik Rusia-Ukraina tersebut juga akan berdampak negatif dan positif terhadap neraca perdagangan Indonesia khususnya Dari sisi perdagangan migas, karena Indonesia merupakan net importir migas maka impor Indonesia berpotensi membengkak karena harga minyak melambung. Namun, di sisi lain Indonesia memiliki peluang memanfaatkan situasi ini karena naiknya harga komoditas, misalnya minyak sawit dan batu bara.

Indonesia juga harus segera mencari negara alternatif pemasok gandum selain Ukraina. Harga gandum diperkirakan akan terus merangkak naik di tengah eskalasi konflik Rusia-Ukraina. Akibatnya, produk turunan gandum seperti tepung terigu, mi, roti hingga kue dikhawatirkan akan ikut terkerek. Biaya produksi juga akan meningkat karena peningkatan biaya energi. Namun, Pemerintah juga perlu segera membuat putusan yang tepat untuk memastikan efisiensi rantai pasok dan melakukan mitigasi meroketnya harga minyak. Namun akhirnya, di tengah eskalasi konflik yang masih penuh dengan ketidakpastian Indonesia memiliki peluang untuk menjadi negara alternatif pemasok yang ditinggalkan oleh Rusia dan Ukraina.Pemerintah juga perlu mewaspadai para produsen domestik agar mereka tidak hanya tergiur untuk ekspor. Mereka tetap harus memperhatikan pemenuhan kewajiban domestic market obligation untuk keperluan stabilitas dan kontinuitas suplai minyak sawit dan batu bara di dalam negeri.

Perang antara Ukraina dan Rusia diikuti dengan blokade dan sanksi perekonomian telah menimbulkan efek yang berat bagi ekonomi dunia. Ukraina memiliki GDP sebesar US$ 164,5 miliar dan Rusia memiliki GDP sebesar US$ 1.709,6 miliar. Dengan ukuran GDP saja, Ukraina dan Rusia telah menunjukkan besarnya pengaruh perekonomian kedua negara pada ekonomi dunia.Di sisi lain juga Sebenarnya Indonesia juga memiliki peran cukup yang signifikan di panggung global tahun ini melalui Presidensi G20. Salah satu yang utama adalah membantu menciptakan stabilitas perekonomian dunia.

Sedangkan di dalam negeri, kita tetap perlu siaga dengan perkembangan dinamika global. Menjaga stabilitas dan optimisme perlu dilakukan untuk mengurangi tekanan dan kepanikan pasar. Dengan demikian, kita mengerti mengapa perang di Ukraina dan Rusia dapat mengakibatkan kenaikan harga barang-barang pangan dan sandang di Indonesia. Kita adalah sebuah masyarakat yang tinggal di sebuah global village. Gangguan pada sistem akan memberikan implikasi pada gangguan keseluruhan sistem yang ada. Hal ini dikenal istilah systemic risk. Systemic risk merupakan salah satu risiko di industri keuangan. Janganlah kita berpikir bahwa perang di suatu tempat di muka bumi ini tidak akan memengaruhi kehidupan di muka bumi lainnya..

Berita Terkait

Aston Villa Resmi Datangkan Zion Suzuki dan Matteo Ruggeri

Olahraga- Aston Villa kembali bergerak aktif di bursa transfer musim panas 2026. Klub Premier League tersebut resmi mengumumkan kedatangan dua pemain anyar, yakni kiper Zion…...

Paul Pogba Resmi Akhiri Kebersamaan dengan AS Monaco

Portalriau.com-Paul Pogba resmi mengakhiri perjalanannya bersama AS Monaco setelah kedua pihak sepakat mengakhiri kontrak melalui kesepakatan bersama. Keputusan tersebut menjadi babak baru bagi gelandang asal…...

Wabup bersama Masyarakat Bengkalis, Laksanakan Salat Idul Adha di Masjid Istiqomah

Portalriau.com - BENGKALIS - Bersama masyarakat Bengkalis, Wakil Bupati (Wabup) H. Bagus Santoso melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Agung Istiqomah Bengkalis, Rabu 27 Mei…...

Wabup Bagus Santoso Resmi Lepas Pawai Takbir Idul Adha 1447 H Tingkat Kabupaten Bengkalis

Portalriau.com - BENGKALIS - Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso mewakili Bupati Bengkalis secara resmi melepas Pawai Takbir Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tingkat…...

Wabup Bagus Santoso Sambut Baik dan Apresiasi Internasional Seminar On Arabic Language And Religion

Portalriau.com - BENGKALIS - Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso membuka kegiatan Internasional Seminar on Arabic Language and Religion, Kamis 21 Mei 2026, di Kampus…...