Kesbangpolinmas Programkan Damkar Terapung
BAGANSIAPIAPI - Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Lindungan Masyrakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Rokan Hilir akan memprogramkan Mobil pemadam Kebakaran (Damkar) dengan sistem Terapung untuk kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika).hal ini dikarenakan kecamatan yang terletak dipesisir tersebut sulit dilalui oleh Transportasi darat.
Damkar itu nantinya akan Stanbay di perairan Palika untuk mempercepat gerakan dan tindakan dalam penanggulangan Bencana kebakaran Rumah tangga dan pemukiman,"kata Kaban Kesbangpolinmas Rohil,Drs.Suandi ,Kamis (9/4) di Bagansiapiapi.
dikatakan suandi,Program damkar terapung itu akan kita usulkan pada tahun 2016 nanti,jika usulan itu disetujui oleh DPRD, maka diyakini penanganan kebakaran di daerah pesisir pantai akan teratasi.selain Damkar terapung,kita juga telah memprogramkan setiap kecamatan memiliki Damkar yang dilengkapi dengan Personil yang sudah terlatih.
dilanjutkan,Untuk mengantisifasi kebakaran diseputaran Kota Bagansiapiapi dan sekitarnya,kita juga membuat Pos Damkar dan tempat parkir Damkar di tengah kota bagansiapiapi.hal ini juga salah satu upaya untuk mempercepat tindakan pemadaman kebakaran.
"kita telah buat pos Damkar serta satu Unit Damkar di Jalan Pahlawan Bagansiapiapi.jika ada kebakaran masyrakat kita himbau untuk segera mungkin menghubungi Pihak Damkar ke Nomor 0852-7109-3161,"pinta Suandi.
Untuk mengantisifasi Musim kemarau,kita juga telah melakukan kerjasama dengan Instansi dan warga Turunan Tionghoa Bagansiapiapi dalam mendapatkan Air.kerjasama yang telah kita lakukan diantaranya dengan Dinas Bina Marga dan pengairan (DBMP) Rohil dengan meminta air di PAM air yang berada di jalan siak.
kemudian kita juga telah melakukan kerjasama dengan warga Tionghoa yakni pemilik Toko Emas Tongseng,dimana pengusaha itu siap membantu air jika dibutuhkan. Selain melakukan kerjasama dengan Pihak terkait,kita juga akan memanfaatkan Kolam Mesjid yang terletak disamping kantor Kelurahan Bagan Barat,"ujar Suandi.
Diakui Suandi,saat terjadi kebakaran Rumah tangga,Damkar sangat sulit untuk melakukan tugas untuk memadamkan api.dimana setiap ada kebakaran warga selalu ramai menonton dengan meletakan Kereta dijalan,sehingga petugas damkar kesulitan untuk menuju kelokasi.kedepan nya kita berharap kepada masyrakat untuk tidak meletakan kendaraan di pasar dan hanya menonton jika ada terjadi kebakaran.
dicontohkan suandi,baru-baru ini terjadi kebakaran hebat yang merenggut korban jiwa di gang al waris jalan pulau baru kelurahan Bagan barat kecamatan Bangko.dimana saat itu petugas Damkar bersusah payah untuk menuju ke TKP,selain jalan nya kecil juga sulit dilalui oleh kerumunan warga yang terkesan menonton."sesampainya ke lokasi,warga malahan membawa Petugas Damkar cekcok Mulut karena lama sampai ke TKP dan menyuruh petugas untuk pulang.
Nah,Sikap seperti ini tidak lah kita inginkan,seharusnya warga itu mengerti situasi dan kondisi jalan yang ada.kita berupaya untuk memadam kan api semaksimal mungkin,namun karena situasinya tidak bisa dilalui oleh Damkar mau bagaimana lagi.seharusnya warga yang ada di TKP membantu untuk memadamkan api dengan peralatan yang ada,jangan memadati jalan untuk menonton dan menyalahi petugas,"Pungkas Suandi. ( Mpr /Af )