Aparat Hukum Diminta Segera Periksa Pembangunan Osaka
ROKAN HULU-Aparat hukum diminta supaya segera memeriksa pembangunan jaringan irigasi, Osaka dan Samo di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sebab pekerjaannya diduga alas jadi dan diduga mark up. Bahkan dana belasan miliyar tersebut sepertinya pekerjaannya sangat amburadul.
Informasi ini disampaikan Aktifis Kabupaten Rohul E. Ginting, di Pasir Pangaraian, Minggu (27/9), katanya, gara-gara proyelkk tersebut selaian pekerjaan asal-asalan, juga membuat masyarakat tranmigrasi kekurangan air bersih termasuk untuk mandi dan air minum.
"Apalagi kini musim kemarau, pak air sumur sudah kering, sementara Irigasi Asoka tidak ada air, jadi kami minta aparat hukum, baik di Rohul, di Provinsi Riau supaya fokus memantau kegiatan yang nilainya belasan miliar rupiah tersebut," papar Ginting.
Lebih lanjut dijelaskannya, proyek tersebut dengan kegiatan pekerjaan, rehabilitasi jaringan irigasi Samo (1.543 Ha) di Osaka (3.243 Ha) Kabupaten Rohul Tahun 2015, sumber dana APBN, nilai kontrak Rp 16.992.200.000, waktu pelaksanaannya 160 hari kalender, Direksi, Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Sumatera III, Pelaksana PT Morasait Eli Bujaya.
"Tampak kegiatannya tak serius, mereka hanya menempel-menempel semen saja dibangunan yang ada, kami lihat mereka membangun sama sekali tidak serius, kami tiap hari lewat di sini melihat mereka bekerja, namun pas dikomunikasikan dengan pekerja mereka bilang bos kalau di Pekanbaru di Jakarta," paparnya. (dpr/ram)