Arogansi Oknum Polisi di Rokan Hulu Kembali Terjadi
ROKAN HULU -Arogansi oknum polisi di Polres Rokan Hulu (Rohul) kembali terjadi. Kali ini korbannya warga Dusun Batas, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mengaku dianiaya oknum polisi serta disuruh mandi dengan aqua sebanyak tiga botol, Kamis (22/10), sekitar pukul 17.30 Wib.
Korban penganiyaan itu atas nama, Novianto Syahputra (24), Warga Dusun Batas, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, mengaku ditampar oknum polisi Rohul inisial RYS waktu itu tengah melakukan operasi zebra 2015 di Simpang Semangka, Desa Rambah.
Menurut penuturannya, dirinya mengantarkan Tandan Buah Segar (TBS), Kelapa Sawit dengan kenderaan roda empat ke Peron Naga Mas, di Dusun Kumuh Baru, Desa Rambah.
Sepulang dari sana mengantar TBS tersebut, kemudian kenderaannya dihentikan oknum polisi tersebut yang tengah melakukan operasi tersebut, setelah berhenti kemudian barulah warga itu ditampari.
"Setelah itu saya dipukuli, kemudian saya disuruh mengambil aqua sebanyak tiga botol dan sayapun dipaksa mandi dengan air aqua tersebut, padahal saya sudah jongkok dan menyembah-nyembah dia, tapi dia turus menampari saya," jelasnya.
Tak terima dengan perlakuan oknum polisi tersebut, korban bersama keluarganya, sekitar pukul 20.30 Wib mendatangi Markas Komando (Mako) Polres Rohul untuk mengadukan permasalahan ini.
Keluarga Korban, Bahagia (36), datang ke Polres Rohul keberatan dengan tindakan oknum polisi tersebut. Menurutnya tindakan polisi itu harus mengayomi dan melindungi masayarakat.
"Tidak benar polisi itu, kalau seperti itu perlakuan pereman, padahal dia sudah minta-minta ampun dan menyembah-nyembah, kok ditampari lagi, kami kecewa ddengan tindakan-tindakan oknum polisi di Rohul ini," pungkasnya.
Lanjutnya, saat ditangkap keluarga disuruh membeli rokok tiga bungkus dan aqua tiga botol. "Rokok yang bungkus tidak bungkus itu diambilnya, sedangkan rokok itu disuruh untuk dimandiin, informasinya polisi itu sudah perwira," tutupnya.
Ketika hal ini dikonfirmasi dengan Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Hand Phonenya, dirinya belum menchek kejadian. Namun persoalan tersebut sudah ditangani Wakapolres Rohul.
"Nanti kita lihat saja perkembangan, dia punya saksi gak, kalau punya dilihat saja nanti, Wakpolres Rohul sudah ada di sana untuk menanganinya," tuturnya diujung Telpon (dpr/ram)