Dirut RSUD Rohul Ada Tiga Luka di Kaki Guru SMAN I Rambah Samo Diduga Bekas Tembakan
ROKAN HULU- Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dr. Wildan Asfan Hasibuan, M. Kes, menegaskan ada tiga luka di Kaki Guru Bantu (GB), SMAN I Rambah Samo, Fahrul Raji (36) diduga bekas luka tembakan polisi.
Informasi ini disampaikan Wildan Asfan Hasibuan, saat bebera awak media mencoba mendapat informasi seputar ada peristiwa penembakan guru SMAN Rambah Samo, di Jalan Panglima Sulung, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, Selasa (15/9) malam sekitar pukul 02.30 Wib.
Kata, Wildan, kini kondisi pasien dalam keadan baik dan sehat, dia juga bisa diajak bicara. "Kondisinya tidak ada masalah, besok saya aku tinjau langsung pasien tersebut," tuturnya lewat Hand Phone.
Lanjutnya, dari pihak Managemen RSUD Rohul tidak mengetahui kronologis kejadian, namun pasien tersebut sudah dirawat dengan baik. "Kita bisa menjelaskan luka yang ada pada pasien kalau bagaiman proses kejadian itu tidak ada wewenang kita," ujarnya.
Saat ditanya siapa yang bertangung jawab terkait pengobatannya, apalagi guru tersebut di rawat di Ruang Tulalip VIF RSUD Rohul, Wildan menjawab, guru tersebutkan guru GB bisa nanti jadi pasien BPJS, kalau tidak bisa juga dengan KTP. " Dia bisa diwawancarai, silah suruh dulu ditanya pasien, apakah guru tersebut sudah bisa memberikan keterangan, kalau dia mengizinkan itu tidak ada masalah, tapi kalau tidak tentu kita harus menghormati hak-hak pasien," pungkasnya. (dpr/raj)