Gara-Gara Ambil 8 Lembar Papan Bekas Milik Ketua MUI Rohul, Warga Pasir Pangaraian Meringkuk
ROKAN HULU-Gara-gara, mengambil papan bekas, kondisinya sudah lapuk dan usang, milik Ketua Mazelis Ulama Indonesia (MUI), Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Hasbi Abduh, warga Pasir Pangaraian, atas nama Bagus (19) meringkuk dijeruji besi.
Menurut keteranga dari keluarga pelaku, At dan Syawal, Kamis, adanya papan bekas milik Ketua MUI Rohul, Hasbi Abduh, kondisinya sudah lapuk, diambilnya Bagus (19), pada Bulan Januari 2016 lalu, untuk membuat kandang kambing.
"Papan itu panjang sekitar 1 meter, jumlahnya delapan lembar, untuk kandang kambing, terus Bagus (19) mengambilnya untuk kandang kambing, namun pada Bulan Maret 2016 lalu anak dari Ketua MUI Rohul tersebut yakni Ketua Panwaslu Rohul Hidayat melaporkannya ke Polsek Rambah," tutur Syawal, Kamis (12/5).
Bagus (19), mendapat surat panggilan dari polisi, sebanyak tiga kali, kemudian dilakukan penahan di Mako Polsek Rambah, namun setiap kali panggilan polisi menyarankan supaya dilakukan perdamian, mungkin karena nominal dari papan tersebut tidak seberapa.
"Anjuran polisi itu sudah kami coba menghubungi pihak Pelapor baik itu Ketua Panwas Rohul, Hidayati maupun pemilik Ketua MUI Rohul, Hasbi Abduh, namun mereka bersikeras tidak mau melakukan perdamaian, kalau dinilai harganya papan itu sekitar Rp 50 ribu lah itupun sudah paling mahal itu," ungkap Syawal.
Papan itu diambil Bagus (19), sambung, At, dari kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tuanku Tambusai milik Hasbi Abduh. "Kami sudah memohon untuk mengantinya namun baik ibuk Yayat (Panggilan Akrab Hidayati) dan pak Hasbi tetap bilang harus menjalani hukuman, padahal polisi juga sudah menyarankan untuk berdamai, karena persoalannya sepel," tutur Syawal.
Ketika hal ini dikonfirmasi dengan Ketua MUI Rohul, membenarkan kalau putrinya Yayat, sudah melaporkan kasus pencurian ke polisi, urusan perdamaian itu anaknya yang mengurusinya. "Soalnya selama ini kami sudah sering kehilangan, seperti komputer, lektof, infocus dan lainnya," sebut Hasbi Abduh di ujung telpon. (dpr/raj)