Terkait Guru Honorer Diduga Ditembak Polisi Ini Penjelasan Kapolres Rohul
ROKAN HULU- Terkait Guru Bantu (GB), tenaga honorer SMAN I Rambahsamo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Fahrur Raji (36) dijelaskan Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono, peristiwa penembakan, Selasa (15/9), guru tersebut dikepung massa sekitar pukul 02.30 Wib.
Kata, Kapolres Rohul, msayarakat melihat gelagat bersangkutan mencurigkan, kemudian guru tersebut melarikan diri, namun dihentikan masyarakat, karena lari warga mengejar sambil teriak maling.
Sebutnya, menurut warga yang bersangkutan bersembunyi dilalang untuk melarikan diri, kemudian dikejar warga lagi ditemukan di gang, wargapun mengepung ramai-ramai.
Setelah warga mengepung ada warga menelpon dari pihak Polsek. Kemudian dicari bersama-sama, dari tempat persembunyian lari dan informasinya guru tersebut menyerang warga, anggota polisi bersama dengan warga, melepaskan tembakan peringatan satu kali. Tapi yang bersangkutan menyerang dengan warga di malam hari, menggenggam sesuatu di dada yang tidak ketahui.
"Polisi sudah dilakukan tembakan peringatan tidak menyerahkan diri, kemudian ditembak kakinya, mengenai betis.
Namun saat ditanyan kok tidak dibolehkan mengambil potonya, Kapolres Rohul menjawab kasus lagi diselidiki "Yang bersangkutan, ngomongnya ngaracau dan tidak bisa diajak komunikasi, sejak tadi malam sampai sekarang masih meracau," terusnya. (dpr/raj)