Antisipasi Karhutla Babinsa Suka Maju Aktif Lakukan Patroli
ROKAN HULU-Untuk mengantisipasi terjadinya musibah bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di wilayah kerjanya, Babinsa Desa Suka Maju, kecamatan Rambah kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kopda Dedy Nofery Samosir rutin melakukan patroli dan melakukan sosialisasi.
“Untuk memastikan wilayah kerja kita bebas dari kebakaran lahan dan hutan, saya rutin melakukan patroli menelusuri sudut desa. Ini pengabdian saya sebagai prajurit TNI Kodim 0313 KPR untuk masyarakat,” ungkap Kopda Dedy, Sabtu (30/4) disela-sela melakukan Patroli Karlahut di desanya.
Anggota Koramil 02 Rambah ini menjelaskan, kini pantauan Satelit Terra dan Aqua pada 29 April 2016 kemaren kembali mendeteksi sebanyak 43 titik panas (hotspot) di berbagai wilayah kabupaten/kota di Provinsi Riau. Untuk hospot di kabupaten Rohul ada tiga titik panas, yakni di kecamatan Kunto Darusaalam.
Atas adanya informasi tersebut, maka saat ini dirinya lebih intens melakukan patroli guna menjaga wilayah kerjanya aman dari kebakaran lahan dan hutan. “Ini semua saya lakukan untuk memberi kenyamanan pada masyarakat di desa yang saya bina,” ucapnya.
Anggota TNI yang dikenal akrab dengan para awak media ini, merasa tenang dan bahagia ketika melakukan patroli keliling desa, tidak menemukan ada warganya yang membuka lahan dengan cara dibakar, sebeb, intruksi menjaga wilayah dari kebakaran merupakan intruksi Panglima tertinggi TNI yakni Presiden Jokowi.
Bajak Laut, sapaan akrab Kopda Dedy sehari-hari melanjutkan ceritanya melakukan patroli dengan menggunakan kendaraan Roda dua jenis Kawasaki KLX, Dia terus berjalan melaju sambil sesekali melihat ke atas, apakah ada sebuah asap yang menjulang tinggi ke langit, begitulah yang dilakukannya untuk melihat apakah ada lahan yang terbakar atau tidak.
Panasnya terik matahari tak menjadi halangan baginya yang ada di dalam benaknya bagaimana supaya daerahnya bebas dari kebakaran lahan dan hutan. Maklumlah, Anggota TNI ini kan kata orang seperti batang ubi. "Saya bisa tumbuh. Jangankan panasnya terik matahari, hidup ditengah hutan berbulan-bulan, mandi di kolam lintah sudah pernah saya alami," ujarnya.
Sambil terus melakukan kegiatan patroli di wilayah Desa binaannya, sesekali Kopda Dedy menenggak sebotol air mineral yang dia bawa dari rumahnya. Sambil mengelap air keringat yang mulai bercucuran diwajahnya, Ia terkadang berhenti disebuah lahan milik masyarakat dan berjalan kaki menelusuri jalan setapak untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan.
Karena penyebab kebakaran Lahan dan Hutan terjadi akibat kecerobohan dalam pembakaran. Yang bisa dilakukan secara sengaja atau tidak disengaja untuk membuka dan membersihkan lahan. “Saya berharap kepada masyarakat, janganlah melakukan pembakaraan lahan dan hutan. Karena hal tersebut bisa saja merugikan orang lain, dampak dari asap, bisa merusak kesehatan bagi yang menghirup udaranya,” imbaunya.
Sudah hampir setengah hari Istri dari Sri Dewi Kristina Haloho dan Bapak dari Donny Samosir menyusuri setiap sudut Desa Suka Maju dengan kondisi jalan yang memang belum di aspal, membuat keringat dan tenaganya semangkin terkuras.
Dengan kegigihan dan kesabarannya, dilokasi Desa Suka Maju wilayah teritorial Kopda Dedy tidak menemukan sama sekali masyarakatnya membakar lahan dan hutan secara liar dan Dia kembali ke Posko Karlahut Koramil 02 Rambah untuk membuat laporan ke komandannya di Kodim 0313 KPR.(dpr/raj)