Hingga Kini Beruang Madu Berkeliaran di Dekat Pemukiman Warga

ROKAN HULU-Hingga kini, sejumlah warga yang bermukim di kawasan Perumahan Jalan Bersatu Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah, atau belakang pemancar Ka hitam hampir setiap hari berkeluaran dekat pemukiman warga.

Bahkan, hewan liar tersebut sudah membuat sarang di Pohon Lengkeng persis di belakang rumah seorang warga, yang jaraknya sekitar 10 meter. Sejak diketahui adanya binatang buas yang melintasi jalan menuju pemukiman warga, kini warga mukai gelisah dan takut tinggal di rumah.

Diakui seorang warga, Zulkifli, Kamis (8/9), warga di perumahan dekat kantor pemancar TVRI Pasir Pangaraian kini mulai ketakutan, karena seekor beruang madu hitam melintasi jalan perumahan. Apalagi, jalan itu satu-satunya jalan menuju ke kebun warga.

Seorang warga setempat lainnya, Ucok, juga pernah melihat dari jauh, beruang madu setinggi 90 sentimeter, membuat sarang di Pohon Lengkeng berada di belakang rumah warga. “Kini warga was-was dan takur keluar rumah, termasuk takut pergi ke kebun karet dan sawit yang harus melintasi perumahan. Warga mengaku takut, bila saja tiba-tiba beruang madu itu datang dan menyerang warga yang tengah berada di kebun,” sebutnya

Hewan buas tersebut, biasanya masuk ke area perumahan atau kesarangnya, sekitar pukul 17.00 Wib sampai 18.00 Wib. Warga kini berharap agar Pemkab Rohul segera menangkap beruang madu tersebut, kerana warga pada siang dan malam hari tidak berani membuka pintu maupun jendela rumah, takut rumahnya dimasuki beruang.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rohul Ir H Sri Hardono MM melalui Kasi Penanggulangan Kebakaran dan Perlindunga Satwa, Liar Denny menyatakan, pihaknya sudah menerima laporan warga perumahan belakang kantor TVRI Pasir Pangaraian. “Kita sudah menghubungi secara lisan pihak BKSDA Provinsi Riau, terkait keberadan beruang madu yang melintasi jalan dan bersarang dekat pemukiman penduduk, Anggota Polhut Rohul juga sudah cek ke lapangan, ditemukan satu sarang beruang madu. Kita berharap agar BKSDA bisa turun merelokasi hewan buas itu, karena warga resah dan ketakutan," harapnya.(dpr/raj)

Berita Terkait

KEBIJAKAN GUBERNUR RIAU TERHADAP PENANGANAN ILLEGAL LOGGING DI RIAU

OPINI HUKUM ADMINISTRASI NEGARA KEBIJAKAN GUBERNUR RIAU TERHADAP PENANGANAN ILLEGAL LOGGING DI RIAU Disusun Oleh: RINTONI Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Pendahuluan Illegal…...

Operasi Antik Toba 2026 Polres Labuhanbatu, Ungkap 81 Kasus Narkoba dan Amankan 96 Tersangka

Labuhanbatu – Polres Labuhanbatu mencatat keberhasilan signifikan dalam pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026 dengan mengungkap sebanyak 81 kasus tindak pidana narkotika dan mengamankan 96 tersangka…...

Kepsek SMAN 1 Aek Natas Diduga Korupsi Dana Bos TA 2024-2025

Labuhanbatu Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Aek Natas Bayu Wahyudi diduga Korupsi Dana Biaya Operasional Sekolah (Bos) Tahun Anggaran (TA) 2024-2025. dugaan tersebut…...

Gema Takbir di Zona Rokan: Ratusan Hewan Kurban PHR Alirkan Kebahagiaan hingga ke Pelosok Desa

Pekanbaru-Portalriau.com-- Gema takbir Hari Raya Iduladha 1447 H tidak hanya membawa kedamaian spiritual, tetapi juga mengalirkan kebahagiaan di sekitar wilayah operasi PT Pertamina Hulu Rokan…...

MTQ ke-55 Dan FSQ ke-40 Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Resmi Ditutup

Labuhanbatu, Portalriau.com- MTQH ke- 55 dan FSQ ke- 40 tingkat Kabupaten Labuhanbatu tahun 2026, bertempat di Ex Terminal Padang Bulan Jl. Baru Bay Pass Kelurahan…...