Perusahaan PKS PT Adei Optimis Limbah Tidak Mencemari Sungai
Pinggir- Pengelolaan limbah di Pabrik Kelapa Sawit ( PKS) PT Adei yang terletak di Desa Muarabasung Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis sudah sesuai dengan prosedur dan dipastikan tidak mencemari sungai yang ada di sekitar seperti Pendiri, Sungai Punggur dan Sungai Pinaso.
Hal itu disampaikan oleh pihak perusahaan melalui M.Firmansyah dan SP Manullang selaku Mill Assisten bersama Mr Supramaniam selaku Dr Mill Manager (20/12/19).
" Hal ini perlu kami sampaikan untuk meluruskan untuk menepis adanya issu yang menyebut bahwa limbah PKS PT Adei telah mencemari sungai sekitarnya.Dan dengan tegas kami sampaikan bahwa pengelolaan limbah di perusahaan sudah sesuai dengan prosedur dan undang undang yang berlaku,", Tegas SP Manullang kepada wartawan.
Dikatakannya bahwa perusahaan dalam 6 bulan sekali melakukan uji lab dari Lab Fakultas Perikanan UNRI yang turun melakukan pengujian Biota Perairan ke lapangan untuk mengatahui kwalitas air sungai sekitar .
" Hal ini dilakukan untuk mengetahui cemar atau tidak dan ternyata semuanya diambang batas sebagaimana hasil lab pada 16 Mei 2019 lalu di Sungai Pendiri, Punggur dan daerah aliran sungai Pinaso bahwa aktivitas kebun dalam tahap operasional sungai dapat disimpulkan bahwa aktifitas kebun dalam operasional tidak menambah beban pencemaran terhadap air sungai,", imbuhnya.
Dan menurut Andri warga sekitar yang rumahnya di pinggiran aliran sungai Pinaso mengakui jika selama ini bersama warga lainnya setiap hari memanfaatkan air sungai Pinaso dan belum pernah merasakan yang namanya dampak apapun apalagi namanya limbah
"Selama ini bersama warga sekitar memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari hari dan Alhamdulillah, belum pernah ada berdampak adanya dampak limbah.Dan justru itu saya terkejut dengan adanya issu itu.Kog bisa saya tidak tau padahal setiap hari saya di tepian sungai.,", Kata Adri dengan nada heran.
Adri mengharapkan agar jangan membuat issu yang belum akurat sebelum ada pembuktian tentang limbah.
"Karena dapat menimbulkan keresahan terhadap warga Apalagi yang namanya limbah,", Harap Adri.(Tim)