Tanggung Jawab Pariwisata Itu Harus Kompleks, Hapanasan Diperidiksi Memakan Biaya Rp 82 M

ROKAN HULU-Tanggung jawab pengembangan pariwisata, harus dilakukan secara kompleks, baik itu pemerintah, pemerhati dan masyarakat. Khususnya di Hapanasan sebagai tujuan wisata di Provinsi Riau, di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), jika memang serius menanganinya diperkirakan akan memakan biaya sebesar Rp 82 M.


Disampaikan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Rohul, Yurikawati, di ruang kerjanya, Rabu, (29/3), katanya, Negeri Seribu Suluk banyak memiliki potensi wisata, namun harus sejalan dengan sekter lainnya.


"Termasuk yang paling utama itu infrastruktur jalannya dan sektor-sektor-sektor pendukung lainnya, karena karena tanggung jawab pengembangan wisata ini sifatnya kompleks," tuturnya.


Lanjutnya, di obyek wisata Hapanasan itu merupakan salah satu fokus wisata di Rohul, kini perencanaan pembangunannya telah diselesaikan dengan konsultannya, diperkirakan biayanya sekitar Rp 82 M, hal itu juga sudah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Riau.

"Tinggal nanti setelah Rohul dipimpin yang baru dilantik, tinggal mengkoneksikan saja dengan melakukan ekpos, karena pak Suparman dan Sukiman, prioritas mereka itu termasuk bisa pariwisata," tegasnya.

Tambahnya, pada obyek wisata itu akan terdapat satu-satu water bom yang ada di Indonesia yang bersumber dari air panas, selain itu akan home stay, sehingga para pengunjung akan dimanjakan dengan pelayanan yang baik tersebut.

"Namun kita perlu keseriusan untuk membangunnya, obyek wisata ini sendiri akan terkoneksi langsung dengan obyek wisata lainnya, seperti Air Panas, Goa Sikafir, Bendungan Cibogas dan Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Rohul," urainya.

Diterangkannya, untuk setiap pemipin itu ada fokus pembangunannya, kalau Bupati Rohul Achmad lebih mengedepankan pembangunan religi, namun untuk pemimpin yang baru nanti yakni Suparman-Sukiman, terlihat mereka akan memperiotitaskan pembangunan pariwisata.

"Jadi kalau sempat pembangunan obyek wisata Hapanasan tersebut terrealisasi dengan baik, ribuan masyarakat Rohul ekonomi akan terbantu, karena akan menimbulkan multi efek yang sangat luar biasa karena akan tumbuh para ekonomi-ekonomi kreatif lainnya," tandasnya. (dpr/adv/hms)

Berita Terkait

KEBIJAKAN GUBERNUR RIAU TERHADAP PENANGANAN ILLEGAL LOGGING DI RIAU

OPINI HUKUM ADMINISTRASI NEGARA KEBIJAKAN GUBERNUR RIAU TERHADAP PENANGANAN ILLEGAL LOGGING DI RIAU Disusun Oleh: RINTONI Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Pendahuluan Illegal…...

Operasi Antik Toba 2026 Polres Labuhanbatu, Ungkap 81 Kasus Narkoba dan Amankan 96 Tersangka

Labuhanbatu – Polres Labuhanbatu mencatat keberhasilan signifikan dalam pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026 dengan mengungkap sebanyak 81 kasus tindak pidana narkotika dan mengamankan 96 tersangka…...

Kepsek SMAN 1 Aek Natas Diduga Korupsi Dana Bos TA 2024-2025

Labuhanbatu Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Aek Natas Bayu Wahyudi diduga Korupsi Dana Biaya Operasional Sekolah (Bos) Tahun Anggaran (TA) 2024-2025. dugaan tersebut…...

Gema Takbir di Zona Rokan: Ratusan Hewan Kurban PHR Alirkan Kebahagiaan hingga ke Pelosok Desa

Pekanbaru-Portalriau.com-- Gema takbir Hari Raya Iduladha 1447 H tidak hanya membawa kedamaian spiritual, tetapi juga mengalirkan kebahagiaan di sekitar wilayah operasi PT Pertamina Hulu Rokan…...

MTQ ke-55 Dan FSQ ke-40 Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Resmi Ditutup

Labuhanbatu, Portalriau.com- MTQH ke- 55 dan FSQ ke- 40 tingkat Kabupaten Labuhanbatu tahun 2026, bertempat di Ex Terminal Padang Bulan Jl. Baru Bay Pass Kelurahan…...